KENAPA MENGGUNAKAN UBUNTU

Pembaca yang budiman, tulisan ini sengaja saya buat sebagai jawaban atas begitu banyaknya pertanyaan dari teman saya tentang kenapa saya menggunakan Distro Ubuntu.

Dan mungkin tulisan ini bisa menjadi referensi singkat bagi anda (Pemula) yang tertarik untuk menggunakan Distro Ubuntu.

Ubuntu adalah sebuah Distro (Distribution) OS GNU/Linux yang dikembangkan dari basis Distro Debian yang mengedepankan kemudahan dalam proses Instalasi maupun penggunaan. Ubuntu secara default mengusung Desktop manager Gnome, tetapi jika anda menginginkan Desktop manager lain semisal KDE atau Xfce anda bisa menggunakan Kubuntu atau Xubuntu.

Ubuntu dan Variannya
Ubuntu dan Variannya

Ubuntu dikembangkan dengan misi dan visi mudah dan bebas untuk digunakan oleh setiap orang sesuai mottonya “Linux For Human Being”, Ubuntu telah mendukung banyak jenis bahasa yang bisa digunakan sebagai bahasa standar, bahasa Indonesia adalah salah satunya.

Bagi pengguna OS Windows yang ingin bermigrasi ke OS Linux tanpa menghendaki direpotkan oleh kendala teknis, maka Ubuntu memberikan solusinya. Tampilan desktop serta Aplikasi yang diusung oleh Ubuntu pada dasarnya memiliki kemiripan dengan Aplikasi standar yang biasa ditemukan dalam OS Windows. Misalkan, Pengguna Aplikasi Kantoran tidak akan kesulitan untuk menggunakan Aplikasi Open Office Org karena Aplikasi tersebut memiliki tampilan Antar muka yang mirip dengan Aplikasi Ms Office.

Kemudian Stabilitas serta kecepatan Distro Ubuntu bisa diandalkan, sehingga kita bisa memaksimalkan mesin komputer kita sebagai alat kerja yang produktif.

Kenapa harus Ubuntu? Sebenarnya tidak harus, masih banyak pilihan lain dalam OS Linux yang memiliki kehebatan dan kemampuan yang sama dengan Ubuntu, bahkan lebih. Disini mungkin lebih karena kemudahan serta dukungan teknis saja. Ubuntu didukung oleh sebuah perusahaan besar yang menjanjikan pengembangan Ubuntu yang berkelanjutan.

Ubuntu hanyalah salah satu dari sekian banyak pilihan OS Linux yang bisa kita pergunakan, bagi anda yang baru saja bermigrasi Ke Linux, maka Ubuntu merupakan sebuah pilihan tepat untuk membiasakna diri sebelum mencoba Distro lain yang mungkin memerlukan sedikit pengetahuan lebih.

Jadi kenapa saya menggunakan Ubuntu? Karena alasan diatas dan karena Ubuntu mampu berjalan Gegas, Stabil dan mulus di Komputer saya.

bagaimana dengan anda, apa alasan anda menggunakan Ubuntu?

Powered By Ubuntu
Powered By Ubuntu

RONDA

Jam 10 malam tepat, aku berangkat menuju Pos Ronda. Sesampainya di sana aku disambut hangat oleh warga lain yang sudah datang lebih dulu. Kami lalu duduk di Pos ronda dan berbincang-bincang sambil menunggu warga lain datang. Tepat jam 12 malam kami lalu berkeliling kampung untuk berpatroli menjaga keamanan dan berharap dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan di kampung kami.

Selesai berpatroli kami kembali ke Pos Ronda dan berkumpul untuk memasak nasi liwet untuk mengisi perut kami yang kosong, sementara yang lain ada yang bermain kartu gaple dan Catur. Beberapa dari kami yang tidak bisa memasak, menunggu nasi liwet matang sambil berbincang-bincang bersama salah seorang tetua kampung yang kebetulan mendapat jadwal ronda yang sama. Pak Haji Abdul, ia seorang pria tua yang kharismatik dan cukup dihormati di kampung kami, usianya sekitar 65 tahun.

Pak Haji, begitu kami biasa memanggilnya banyak bercerita tentang masa mudanya yang banyak dilalui dalam masa-masa sulit, dan ia sering memberikan nasehat kepada kami untuk selalu berbuat kebaikan. Malam ini pak haji bercerita banyak dan memberikan nasehat seputar pentingnya memberi, jika kita banyak memberi kepada orang lain maka kita akan mendapatkan pahala dan harta yang kita amalkan akan mendapatkan balasan dari Tuhan sebanyak 10 kali lipat.

Kami semua mendengar dengan serius ceramah Pak Haji malam ini, sampai akhirnya kami bergantian bercerita tentang pengalaman hidup masing-masing. Berhubung pengetahuan agamaku yang kurang, malam itu aku hanya jadi pendengar dan tidak banyak memberikan komentar, sampai akhirnya Pak Haji menegurku memintaku untuk ikut bercerita.

Kemudian aku bertanya kepada beliau tentang apa hukumnya dalam agama jika kita menggunakan barang hasil kejahatan, seperti hasil menipu, mencuri atau barang hasil pemalsuan (Bajakan). Ia menjawab bahwa itu adalah perbuatan yang Nista, tidak baik dan berdosa. Aku lalu bercerita bahwa selama ini bangsa kita dikenal oleh Negara lain sebagai Negara pembajak dan pengguna perangkat lunak palsu, aku kemudian memberikan sedikit penjelasan kepada para warga tentang hal tersebut tentang apa itu komputer, perangkat lunak dan hak cipta. Beberapa diantara warga adalah pekerja kantoran yang kesehariannya bekerja menggunakan Komputer, mereka berkata kepadaku kalau perangkat Lunak di komputer mereka mungkin perangkat lunak bajakan, karena setiap ada kerusakan atau perbaikan yang memerlukan Install Ulang sistem Operasi, mereka hanya membayar Rp 50 ribu-100 ribu kepada tukang servis, padahal harga Lisensi Perangkat lunak tersebut yang orisinal adalah 20 kali lipat harga tersebut, besar kemungkinan perangkat lunak yang terpasang adalah perangkat lunak bajakan.

Jam sudah menunjukan pukul 2 pagi, kami masih larut dalam obrolan. Aku menjelaskan kepada warga, bahwa usaha untuk membangun bangsa kita sebagai bangsa yang jujur dan mandiri akan sangat sulit dilakukan jika untuk hal-hal tertentu misalkan perangkat lunak untuk komputer, kita masih menggunakan perangkat lunak bajakan. Mungkin alasan utama adalah ketidaktahuan dan ketidakmauan, tidak tahu legalitas hukum terhadap barang yang kita pergunakan dan ketidakmauan untuk menggunakan barang yang legal serta tidak melanggar hukum, mungkin juga karena biaya untuk menggunakan Perangkat lunak Orisinal harganya terlalu mahal untuk ukuran masyarakat kita sehingga lebih memilih perangkat lunak bajakan yang berbiaya lebih murah. Bisa dibayangkan jika kita rinci maka untuk memiliki seperangkat komputer rakitan standar yang memiliki aplikasi cukup lengkap bisa mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, biaya untuk membeli lisensi perangkat lunak bisa untuk membeli sebuah perangkat komputer baru.

Tampilan Desktiop Windows Bajakan
Tampilan Desktop Windows Bajakan

Peringatan tentang kemungkinan kita menggunakan Windows bajakan.
Peringatan tentang kemungkinan kita menggunakan Windows bajakan.


Lalu aku menjelaskan tentang perangkat lunak bebas dan terbuka yang bebas dipergunakan dan berbiaya sangat murah serta legal. Para warga terlihat tertarik mendengarkan ceritaku, aku memberitahu mereka bahwa perangakt lunak bajakan rata-rata dijual di pasaran dengan harga Rp 30 sd 50 Ribu rupiah, sedangkan perangkat lunak bebas dan terbuka seperti Linux bisa didapatkan secara gratis, dengan segudang paket Aplikasi yang telah lengkap serta memiliki tampilan yang indah dan unik.

mudah-mudahan obrolan malam itu dan cerita yang kusampaikan bisa berguna dan diteruskan oleh para warga kepada anak-anaknya sehingga kelak ketika anak-anak mereka menggunakan Komputer, mereka tidak akan menggunakan perangkat lunak bajakan.

Obrolan kami berakhir ketika Adzan subuh berkumandang dari mesjid, kami lalu berangkat bersama menuju mesjid untuk melakukan shalat subuh berjema’ah, dan kemudian pulang untuk beristirahat.

salam

Hidup adalah sebuah pilihan, tetapi menggunakan barang Illegal adalah bukan pilihan.

PCLinuxOS UNTUK TETANGGAKU

Jum’at, 28 Desember 2008 tepat pukul 16.30 Wib, saya baru saja sampai dirumah setelah seharian bekerja di kantor. Sesampainya di rumah, Isteriku tercinta yang setia langsung menyambut dengan hangat kedatanganku sambil menggendong anak pertama kami. Isteriku kemudian membuatkan secangkir teh manis panas untuk menghilangkan lelahku dan akupun menggantikannya untuk menggendong si kecil, anak pertama kami yang baru berusia satu bulan 4 hari, sungguh indah, betapa tatapan anakku tercinta mampu membuat segala penat di tubuhku hilang begitu saja, tatapannya yang masih polos seakan-akan sedang meperhatikan dan mengingat wajah bapaknya.

Selesai bercengkrama dengan Isteri dan anakku, aku kemudian mandi untuk menyegarkan diri sambil sebelumnya menyalakan komputer. selesai shalat maghrib, seperti biasa aku menunggu anakku tertidur dan bercakap-cakap dengan isteriku, disela pembicaraan kami tiba-tiba pintu rumah ada yang mengetuk, dan seseorang mengucapkan salam. aku lalu membukakan pintu, ternyata tetanggaku, Pak Ade. Ia datang bermaksud untuk menemuiku. Kupersilahkan dia masuk dan menanyakan maksud kedatangannya, Ia datang untuk menjelaskan kepadaku perihal program siskamling yang baru saja aktif kembali di desa kami, memang sebelumnya program tersebut pernah vakum sehingga keamanan di desa kami sedikit terganggu dengan adanya beberapa kejadian pencurian di rumah warga desa kami. disela-sela obrolan kami, Pak ade berkata bahwa komputer di rumahnya sudah dua hari ini rusak, barangkali aku bisa memperbaikinya ia akan sangat berterimakasih, aku lalu bertanya kepadanya apakah sudah dibawa ke tukang servis komputer atau belum? ia menjawab bahwa rekannya yang dikantor, seorang ahli IT mengatakan kepadanya bahwa Hardisk Komputernya rusak terbakar dan harus diganti sehingga komputernya untuk sementara waktu tidak bisa dipergunakan.

sekitar jam 09.00 wib aku lalu berangkat ke rumah pak ade dan mencoba melihat kerusakannya, aku tidak terlalu faham akan Hardware komputer jadi setelah beberapa saat aku melihat bahwa Hardisk beliau memang rusak, dan aku menyarankan hal yang sama kepadanya, bahwa untuk sementara waktu koomputernya memang tidak bisa dipergunakan seperti biasa sampai hardisknya diganti. ia lalu merasa sedikit kecewa, karena baginya komputer tersebut sangatlah penting dalam membantu pekerjaannya, ia baru bisa mengganti hardisk tersebut beberapa hari kedepan. aku lalu mencek spesifikasi komputer beliau, sebuah PC rakitan dengan Processor Celeron 2,6 dan 512 Mb Ddram terpasang didalamnya, lalu kuperhatikan Drive optiknya telah menggunakan DVD Combo, kemudian aku berkata kepadanya bahwa sambil menunggu hardisknya diganti Pak ade masih bisa tetap menggunakan komputernya seperti biasa, ia tampak kaget dan bertanya bagaimana mungkin bisa ? lalu aku mulai menjelaskan tentang Linux Live CD, kebetulan kemarin aku baru selesai mengunduh Iso Image PCLinuxOS dari Internet, aku lalu pamit dulu untuk mengambil CD tersebut kerumah. beberapa waktu kemudian aku pasang CD PCLinuxOS dalam komputer beliau dan membootingnya, Pak ade tampak tercengang melihat sebuah sistem Operasi yang tersimpan dalam sebuah CD dan mampu berjalan tanpa harus diinstal terlebih dahulu pada Hardisk, aku lalu menjelaskan sedikit pengetahuanku tentang PCLinuxOS dan cara menggunakan beberapa Aplikasi yang terpasang didalamnya. Pak ade lalu bertanya bagaimana ia menyimpan pekerjaannya, padahal hardisknya rusak, aku lalu memberikan solusi jika ia memiliki USB Flashdisk maka ia bisa menyimpan pekerjaannya dalam USB untuk sementara waktu. setelah beberapa lama, Pak ade mulai tampak terbiasa menggunakan PCLinuxOs dan ia sangat berterimakasih atas bantuanku, aku kemudian pamit pulang karena jam sudah menunjukan pukul 23.00 wib.

Senin, 01 Desember 2008 jam 18.30 Wib, pintu rumahku diketuk seseorang, ketika kubuka pintu, tampak Pak ade di depan pintu sambil mengucapksan salam, aku kemudian mempersilahkan beliau untuk masuk ke dalam rumahku. setelah kami duduk di ruang tamu sambil menunggu kopi hangat buatan isteriku, kami bercakap-cakap. pak ade menjelaskan kepadaku bahwa ia telah membeli hardisk baru, ia lalu meminta kesediaanku untuk mebantunya memasangkannya, dan ia pun meminta kepadaku untuk memasangkan Distro PCLinuxOS di komputernya, Aku senang sekali atas permintaannya lalu aku bertanya alasan ia mau menggunakan Linux, ia lalu menjawab bahwa ia suka akan tampilan desktop PCLinuxOs, unik dan bagus katanya, selain itu Linux itu murah dan legal, dan yang penting ia berpikir dengan menggunakan Linux tidak akan direpotkan oleh Virus Komputer dan rutinitas Defragmenting Hardisknya, seperti yang selama ini ia lakukan dengan sistem opersi komputer bajakn yang ia pergunakan. lalu aku menjelaskan bahwa jika ia bersedia masih banyak distro Linux lain yang kumiliki barangkali beliau tertarik untuk mencobanya, kemudian ia berkata bahwa untuk saat ini ia memilih PCLinuxOS saja. tanpa banyak kata kami lalu pergi kerumahnya dan melaksanakan semua permintaanya. Dalam perjalanan pulang aku tak henti mengucapkan syukur, karena telah mampu membuat seseorang berbuat benar dengan tidak menggunakan perangkat lunak bajakan, bukankah ini juga merupakan kewajiban kita untuk selalu mengingatkan sesama agar berbuat kebajikan dan tidak melanggar hukum :).

Be Legal Be Opensource 🙂 Salam

/*cerita ini adalah karangan belaka, jika ada kesamaan nama, tempat serta kejadian maka itu hanya kebetulan semata. /

Tampilan Live CD PCLinuxOS
Tampilan Live CD PCLinuxOS
Tampilan PCLinuxOS setelah di Install
Tampilan PCLinuxOS setelah di Install
Aplikasi dalam PCLinuxOS
Aplikasi dalam PCLinuxOS
Pilihan Splash screen
Pilihan Splash screen

BLANKON MEULIGOE 4.1

MEULIGOE 4.1

BlankOn 4 adalah Sistem operasi berbasis Linux yang berisi piranti lunak terbuka dan bebas untuk laptop, desktop dan server.

BlankOn adalah distro Linux yang dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) secara terbuka dan gotong-royong bersama komunitas Linux lainnya di Indonesia. BlankOn 4 (Meuligoe) merupakan turunan distribusi Linux Ubuntu 8.10 (Interprid Ibex).

Tujuan pengembangan distro Linux BlankOn adalah menghasilkan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan pengguna komputer umum di Indonesia, khususnya untuk dunia pendidikan, perkantoran, dan pemerintahan. BlankOn 4 mendukung multimedia seperti mp3, vcd, dan dvd, serta memiliki tema atau tampilan grafis yang khas Indonesia. Pengembangan BlankOn akan terus dilakukan secara terbuka dalam forum publik. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan rilis BlankOn satu hingga dua kali setahun.

Sepenuhnya bebas biaya

BlankOn merupakan piranti lunak bebas, tersedia bagi anda bebas biaya. BlankOn juga bebas dalam artian memberikan hak kebebasan/kemerdekaan piranti lunak pada anda. Kebebasan untuk menjalankan, menyalin, mendistribusikan, mempelajari, membagi, mengubah dan memperbaiki piranti lunak yang anda gunakan untuk tujuan apapun, tanpa harus membayar biaya lisensi.

Cepat, mudah diinstall

Installer BlankOn 4 hanya menanyakan sedikit pertanyaan, default yang ada dapat bekerja bagi sebagian besar orang. Instalasi biasanya memakan waktu kurang dari 25 menit dan sekarang dapat dilakukan langsung melalui installer BlankOn dengan mudah. Selain itu, BlankOn mendukung upgrade lewat jaringan, sehingga anda tidak harus menginstal ulang sistem operasi, cukup upgrade dari tiap versi yang dirilis ke versi berikutnya jika anda menginginkannya.

Berguna dengan cepat

Segera setelah anda menyelesaikan instalasi BlankOn, sistem anda dapat langsung digunakan. Tampilan yang ada memberikan anda lingkungan desktop yang baik secara default, dengan banyak aplikasi untuk bisnis, pengguna rumahan dan pribadi. Anda memiliki kumpulan lengkap aplikasi produktivitas, internet, grafis, dan permainan. Selain itu terdapat ribuan aplikasi yang dapat terinstal hanya dengan beberapa klik.

Dukungan bahasa dan aksesibilitas

BlankOn mendukung penuh Bahasa Indonesia untuk memudahkan pengguna umum komputer di Indonesia. BlankOn juga memasukkan fitur teknologi pemandu untuk membuat Sistem Operasi ini dapat digunakan oleh sebanyak mungkin orang. Termasuk didalamnya tema yang sederhana, kaca pembesar untuk layar, pembaca layar, dan keyboard pada layar yang semuanya dapat digunakan sejak boot dari LiveCD (jika anda menggunakan LiveCD). Dari sesi live, BlankOn dapat diinstal ke harddisk.

Rilis yang rutin dan terprediksi

Tim BlankOn merilis versi anyar tiap enam bulan (mengikuti rilis ubuntu) yang berisi kernel, X, GNOME terbaru dan aplikasi lainnya, dan didukung dengan update keamanan selama 18 bulan (1,5 tahun). Anda bisa mendownload file ISO dan membakarnya sendiri atau membeli pada toko-toko penyedia linux terdekat.

Berpartisipasi dalam komunitas

Setiap pengguna BlankOn 4 dapat berpartisipasi dalam komunitas BlankOn. Ada berbagai tingkat partisipasi, dari memberikan saran bagi pengguna BlankOn lainnya hingga menjadi pengelola paket inti. Kami terbuka terhadap ide, saran dan kontribusi untuk memperbaiki BlankOn dan menyebarkan piranti lunak bebas dan terbuka. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai komunitas BlankOn, silahkan kunjungi situs BlankOn di http://www.blankonlinux.or.id.

BlankOn adalah tutup kepala khas beberapa suku / budaya di Indonesia, antara lain suku Jawa (sebagian besar berasal dari provinsi Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur), Sunda (sebagian besar berasal dari provinsi Jawa Barat dan Banten), Madura, Bali, dan lain-lain. Dari asal kata ini BlankOn diharapkan dapat menjadi pelindung (tutup kepala) dari ketergantungan terhadap piranti lunak sumber tertutup.

BlankOn juga berarti Blank (bilangan biner 0) dan On (bilangan biner 1) atau topi digital (modern) dengan tampilan klasik (kuno). Arti kata lain BlankOn adalah perubahan dari Blank (kosong) menjadi On (menyala atau berisi).

Kami memilih nama BlankOn untuk distribusi ini dengan harapan agar pengguna BlankOn berubah dari belum sadar (kosong) menjadi sadar (berisi) bahwa ada Linux yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan di bidang TI, martabat, dan kemandirian bangsa Indonesia. BlankOn diharapkan dapat menjadi penggerak atau peningkat motivasi masyarakat Indonesia untuk menggunakan dan mengembangkan Linux dan FOSS lainnya.

Kutipan di atas adalah deskripsi resmi BlankOn dari pengembangnya, yang terdapat dalam File “Selamat datang” di Folder “Contoh” dalam CD BlankOn 4.1 Meuligoe.

Pembaca sekalian, Saya baru saja selesai mengunduh Iso Image BlankOn Meuligoe 4.1 versi jahitan terbaru dan langsung mencobanya, dengan tampilan tema Desktop yang mengusung Adat Tradisional Nanggroe Aceh Darussalam, blankon menghadirkan sebuah Sistem Operasi Komputer yang ramah bagi pengguna Komputer masyarakat Indonesia dengan segudang paket Aplikasi siap pakai yang lengkap. Versi ini merupakan versi perbaikan dari rilis sebelumnya yaitu, Meuligoe 4.0 dan merupakan rilis terbaru dari Blankon setelah sebelumnya hadir dalam Versi BlankOn 3 Lontara, bagi saya pribadi tidak nampak perubahan yang kasat mata. Blankon tetap hadir bagus dan menawan. Bagi anda yang menginginkan sebuah sistem Operasi komputer yang murah dan legal, Blankon merupakan sebuah pilihan yang tepat.

Mari kita dukung penggunaan Perangkat lunak legal, bebas dan terbuka, Linux itu Indah, Mudah dan Halal. Selamatkan Devisa Negara dengan menggunakan perangkat Lunak legal, bebas dan terbuka.

Berikut ini beberapa screen shoot desktop saya ketika menggunakan Meuligoe 4.1.

gambar-layar

gambar-layar-2

gambar-layar-6


IDEALISME SERTA KONSEP FREE / OPENSOURCE

Kesamaan Konsep Idealisme Opensorce dengan musik Underground.

Musik Underground lahir sebagai wujud dari ketidak puasan terhadap Industri musik yang membatasi serta mengatur Idealisme Para Musisi dan pada sisi yang lain merupakan bentuk protes terhadap kehidupan sosial masyarakat yang kapitalis serta anti Kemapanan. Ketika Industri menolak untuk memberikan kesempatan kepada para musisi Idealis dengan alasan motif Ekonomis (Tidak popular dan tidak memiliki nilai jual tinggi) maka para musisi Idealis yang menginginkan adanya apresiasi masyarakat terhadap karyanya membentuk komunitas yang sejalan dengan idealisme mereka, dari sini lahirlah bentuk baru dari industri musik yang memiliki konsep DIY (Do It Yourself) dimana Para musisi merekam musik mereka dengan modal sendiri dan menjualnya kepada penikmat musik mereka dalam jumlah dan distribusi yang terbatas, mereka mengadakan pertunjukan dalam bentuk Festival musik dan konser musik berskala kecil secara bergerilya dari satu tempat ke tempat lainnya untuk menunjukan eksistensi mereka. Seiring dengan waktu, komunitas musisi ini yang memiliki Idealisme musik yang cenderung Keras seperti, Rock, Heavy Metal, Punk Rock, Hardcore, Industrial, Hip Metal, Trash Metal, Deathmetal, Blackmetal, Grind Core, Gothic Metal dll. Tumbuh berkembang menjadi sebuah komunitas yang besar yang kemudian mulai dilirik oleh Industri musik.

Manggung


Konsep Idealisme musisi Underground yang tidak ingin dibatasi dalam berkarya dengan kaidah-kaidah musik yang diinginkan oleh Industri musik, memilih untuk berjuang dan berkembang tanpa bantuan pihak Industri musik dan bebas untuk menentukan jenis musik mereka serta menunjukan siapa mereka tanpa diatur oleh pihak lain. Mereka percaya bahwa semua orang berhak untuk bermusik dan untuk dihargai, bahwa mereka mampu berkaya sama bagusnya atau bahkan lebih bagus dari karya-karya musisi dibawah naungan Industri musik mayor label. Mereka tidak merasa dan bukanlah kaum minoritas, mereka hanya komunitas yang memilih jalan lain yang lebih sesuai dengan idealisme mereka.

Idealisme seperti ini juga ditemukan dalam barisan komunitas GNU/Linux, yang dipelopori oleh Linus Torvalds dengan kernel Linux-nya, Richard Stallman dengan Free Opensource dan Free Software Foundationnya. Komunitas ini lahir karena ketidak puasan atas monopoli dan pembatasan lisensi penggunaan perangkat lunak dari pihak pengembang perangkat lunak Proprietary seperti MS WINDOWS dan MAC OS. Komunitas pengguna Linux membentuk komunitas mereka atas dasar Prinsip kebebasan untuk memilih dan berkarya. Salah satu Ide mendasar mereka seperti yang diterpakan dalam Filosopi Distro Ubuntu

“The Ubuntu project is built on the ideas enshrined in the Ubuntu philosophy: that software should be available free of charge, that software tools should be usable by people in their local language, and that people should have the freedom to customize and alter their software in whatever way they need”

bahwa, Perangkat lunak semestinya tersedia bebas dari biaya, Perangkat lunak semestinya bisa digunakan oleh setiap orang dalam bahasa mereka sendiri, dan setiap orang semestinya memiliki kebebasan dalam mengkustomasi dan merubah perangkat lunak yang mereka gunakan dalam segala bentuk dan diseusuaikan dengan kebutuhan mereka. Ini adalah Ide dasar yang membuat Mark Shutllewort bersama perusahaannya Canonical.Ltd mengembangkan Disto Ubuntu yang berbasiskan Distro Debian dan menyebarluaskannya ke seluruh dunia secara gratis.

Idealisme Free / opensource.

Komunitas pengguna GNU/Linux bebas untuk mendapatkan OS GNU / Linux dengan cara mengunduh dari Internet, mengkopi atau membeli CD/DVD Installer, kemudian menggunakannya, menggandakannya, menyebarkannya, memodifikasinya / menulis ulang atau menerbitkan sebuah Distro baru dari distro yang telah dipergunakan mereka dibawah lisensi GPL/GNU.

Konsep serta Idealisme anti monopoli penggunaan perangkat lunak ini jika diterapkan dengan sungguh-sungguh bisa membentuk sebuah perubahan perekonomian ke arah yang lebih baik. Kita akan lebih bebas untuk mengupgrade sistem komputerisasi kita tanpa harus me ”Renew License” perangkat lunak yang dipasang di perangkat baru, kita bisa menekan seminimal mungkin anggaran yang biasa dipergunakan untuk membeli lisensi Aplikasi perangkat lunak tambahan seperti aplikasi perkantoran, aplikasi grafis dsb. Biaya pertama yang mungkin dianggap besar ketika bermigrasi ke OS Linux adalah pada saat training dan maintenance system, yang jika dibandingkan dengan system Operasi lain sebenarnya jauh lebih kecil.

Foto Linus Torvalds
Foto Linus Torvalds


Selama ini sebagian besar Biaya operasional kita diperuntukan untuk Lisensi penggunaan Perangkat lunak proprietary, jika kita pergunakan sistem operasi Linux yang bebas bahkan gratis maka Anggaran tersebut bisa dipergunakan untuk mengadakan perangkat komputer baru dgn jumlah yang sama dengan perangkat komputer yang lama atau untuk dialokasikan untuk hal lain yang lebih bermanfaat, dan dana kita tidak lari keluar negeri yang hanya akan menambah kaya kaum kapitalis.

Foto Richard Stallman
Foto Richard Stallman


Bagaimanapun pilihan ada ditangan pengguna, Konsep serta Idealisme mana yang akan dipilih. Hak pengguna untuk memilih, Hanya satu pesan penulis. hindari menggunakan perangkat lunak Bajakan J.

Buku tentang Richard Stallman
Buku tentang Richard Stallman

Salam Free/Opensource

APA ITU (DISTRO) SLACKWARE?

slackware_logo

(Sebagaimana dikutip dari Slackbook, Buku Panduan Slackware yang disusun oleh Alan Hicks, Chris Lumens, David Cantrell dan Logan Johnson)

Slackware Linux is a registered trademark of Patrick Volkerding and Slackware Linux, Inc.

Slackware, dibuat oleh Patrick Volkerding di akhir tahun 1992, dan mulai dirilis untuk publik pada tanggal 17 Juli 1993. merupakan salah satu Distro Linux yang memiliki banyak pengguna. Patrick Volkerding pertamakali mempelajari Linux, ketika ia memerlukan Interpreter bahasa pemrograman LISP yang murah untuk sebuah proyek yang sedang ia kerjakan. Pada saat itu ia menggunakan sebuah Distro yang bernama SLS Linux yang dikembangkan oleh Soft Landing Systems. Patrick Volkerding kemudian memperbaiki bug-bug yang terdapat dalam distro SLS yang pada akhirnya ia memutuskan untuk menjadikan distro hasil perbaikannya itu menjadi sebuah distro mandiri yang bisa ia pergunakan bersama-sama rekannya. Distro ini kemudian menjadi Populer, dan akhirnya Patrick Volkerding memberinya nama Slackware dan membuatnya tersedia untuk umum. Seiring waktu, Patrick Volkerding menambahkan banyak fitur baru kedalam Distro Slackware semisal konsep Menu dalam text based untuk mempermudah proses Instalasi, dan konsep Managemen Paket Aplikasi yang mengijinkan Pengguna untuk menambah, menghapus atau mengupgrade paket Aplikasi secara mudah.

s7265053204_4123

Distro Tua yang masih Bertahan

Banyak alasan yang membuat Slackware sebagai Distro tua yang masih tetap Bertahan. Salah satunya adalah dengan tidak mengusung konsep menyerupai OS Windows, tetapi cenderung lebih menyerupai OS Unix semirip mungkin.

Slackware ditujukan bagi orang-orang yang menyukai belajar dan mengutak-atik system mereka agar sesuai dengan keinginan. Kestabilan dan kesederhanaan Slackware yang membuat orang-orang menggunakan Distro ini. Pada saat ini Slackware dikenal sebagai Distro Sistem Operasi untuk Server dan  Desktop yang tangguh dan stabil.

Pada saat ini telah banyak Varian Distro baru yang lahir dari basis Distro Slackware seperti, Zenwalk, Slax, Vector Linux, Easys dll.

Pengalaman Penulis

Pembaca yang budiman, Penulis pertama kali mengenal Slackware pada sekitar bulan Juli 2008. ketika itu Penulis membeli majalah Info Linux dan mendapakan bonus DVD Installer Slackware 12.1. Setelah penulis Install dikomputer, Penulis mendapatkan sebuah pengalaman yang menarik. Penulis medapati bahwa Slackware memiliki sebuah keunikan yang berbeda dengan distro-distro Linux laoin yang penulis pernah coba. Slackware (desktop) menawarkan sebuah kemudahan dalam mengatur system kita. Dengan Slackware penulis bisa mengatur Desktop manager sesuai dengan keinginan penulis, bisa KDE (Default) atau Xfce jika KDE masih dirasakan terlalu berat untuk Spesifikasi komputer kita. Slackware telah memiliki segudang Aplikasi serta Codec multimedia yang lengkap. Proses setting Audio/Soundcard pun bisa dengan mudah dilakukan (terimakasih untuk Bung Willy Sudiarto Raharjo atas semua pelajarannya) dengan perintah alsaconf. Penulis juga tidak kesulitan untuk menambah aplikasi tambahan atau menginstall Driver untuk Vga card Nvidia tua milik penulis. Semuanya berjalan mudah dengan perintah installpkg, konsep yang mudah dan mandiri tanpa direpotkan oleh dependensi.

Bagi anda yang ingin menggunakan Linux dengan Oldschool syle, disarankan menggunakan Distro Slackware, karena dengan Slackware anda akan lebih cenderung untuk belajar memahami system Operasi, tidak hanya sekedar menggunakan.

Salam

slacksnapshotslack5slack

slacksnapshot13

Compiz Fussion on Slackware
Compiz Fussion on Slackware

slacksnapshotslack2