PASANG JARINGAN

Sudah dua hari ini di kantor sedang dipasang jaringan LAN, hampir semua ruangan disambungkan dalam satu jaringan dan berpusat pada sebuah server pusat yang menampung semua data. Tiap fungsi diwajibkan mengisi data sesuai dengan fungsi kerja masing-masing. Kantor satuan Fungsi kerja yang lain sudah selesai dipasang dan telah mulai melakukan entry data, sedangkan ruangan saya mendapat jadwal pemasangan terakhir.

Ketika dilakukan pemasangan, ternyata Teknisi (yang katanya didatangkan dari sebuah perusahaan IT yang cukup bonafid) ternyata tidak bisa mensetting jaringan di ruangan saya agar tersambung dengan jaringan pusat, dan lebih anehnya lagi sang teknisi meminta bantuan kepada saya untuk membantunya mensetting jaringan (padahal dia yang sarjana Informatika). Saya lalu membantu ala kadarnya, pada saat terakhir dia coba koneksikan jaringan komputer diruangan ke jaringan pusat, ternyata tidak dapat melakukan koneksi padahal semua perangkat Hardware, mulai dari komputer, Lan card, HUB switch dan Kabel telah diperiksa satu-satu dan semuanya tidak ada masalah. Lalu dia reset semua IP komputer dan mensetting ulang lagi dari awal, hasilnya masih tetap sama.

Jaringan komputer lokal bisa terkoneksi dengan baik tapi tidak bisa koneksi ke Jaringan pusat. Segala macam cara telah dia kerahkan, semua perlengkapan tester telah dipakai, masih saja tetap tidak bisa terkoneksi (lebih cocok disebut tidak terdeteksi). Sore hari sang teknisi menyerah dan meminta ijin pulang dan berkata akan melanjutkan pekerjaannya hari selasa nanti setelah Hari raya Iedul Adha.

Kepala ruangan saya sedikit tidak berkenan dengan keadaan ini dan ia mencoba komplain, tetapi semuanya sia-sia saja. Padahal hari Jum’at itu kami sudah harus bisa online seperti fungsi kerja yang lain. Saya tidak berbuat banyak dalam hal ini, pihak kantor telah menyewa tenaga (yang katanya) ahli untuk melakukan pemasangan jaringan di kantor kami dan bukan sebuah tindakan yang bagus jika saya harus membantu menyelesaikan pekerjaan itu (mereka yang mendapatkan upahnya).

Kemudian ketika saya diminta pendapat tentang bagaimana caranya agar bisa terkoneksi dengan jaringan pusat, saya hanya menyarankan agar kita berikan kesempatan kepada orang yang telah disewa kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya, agar dana yang telah dikeluarkan pihak kantor tidak mubazir. Lagipula jika kita panggil teknisi lain, maka hanya akan mengeluarkan biaya tambahan saja.

Ini hanya sebuah ilustrasi (yang terjadi pada saya) yang diharapkan tidak akan terjadi kepada rekan-rekan yang lain. Agar berhati-hati jika akan menggunakan tenaga teknisi / konsultan (komputer), yakinkan bahwa mereka professional dan benar-benar ahli dibidangnya karena jika tidak, maka produktifitas kerja kita akan terganggu dan biaya yang dikeluarkan akan terbuang sia-sia.

salam

RONDA

Jam 10 malam tepat, aku berangkat menuju Pos Ronda. Sesampainya di sana aku disambut hangat oleh warga lain yang sudah datang lebih dulu. Kami lalu duduk di Pos ronda dan berbincang-bincang sambil menunggu warga lain datang. Tepat jam 12 malam kami lalu berkeliling kampung untuk berpatroli menjaga keamanan dan berharap dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan di kampung kami.

Selesai berpatroli kami kembali ke Pos Ronda dan berkumpul untuk memasak nasi liwet untuk mengisi perut kami yang kosong, sementara yang lain ada yang bermain kartu gaple dan Catur. Beberapa dari kami yang tidak bisa memasak, menunggu nasi liwet matang sambil berbincang-bincang bersama salah seorang tetua kampung yang kebetulan mendapat jadwal ronda yang sama. Pak Haji Abdul, ia seorang pria tua yang kharismatik dan cukup dihormati di kampung kami, usianya sekitar 65 tahun.

Pak Haji, begitu kami biasa memanggilnya banyak bercerita tentang masa mudanya yang banyak dilalui dalam masa-masa sulit, dan ia sering memberikan nasehat kepada kami untuk selalu berbuat kebaikan. Malam ini pak haji bercerita banyak dan memberikan nasehat seputar pentingnya memberi, jika kita banyak memberi kepada orang lain maka kita akan mendapatkan pahala dan harta yang kita amalkan akan mendapatkan balasan dari Tuhan sebanyak 10 kali lipat.

Kami semua mendengar dengan serius ceramah Pak Haji malam ini, sampai akhirnya kami bergantian bercerita tentang pengalaman hidup masing-masing. Berhubung pengetahuan agamaku yang kurang, malam itu aku hanya jadi pendengar dan tidak banyak memberikan komentar, sampai akhirnya Pak Haji menegurku memintaku untuk ikut bercerita.

Kemudian aku bertanya kepada beliau tentang apa hukumnya dalam agama jika kita menggunakan barang hasil kejahatan, seperti hasil menipu, mencuri atau barang hasil pemalsuan (Bajakan). Ia menjawab bahwa itu adalah perbuatan yang Nista, tidak baik dan berdosa. Aku lalu bercerita bahwa selama ini bangsa kita dikenal oleh Negara lain sebagai Negara pembajak dan pengguna perangkat lunak palsu, aku kemudian memberikan sedikit penjelasan kepada para warga tentang hal tersebut tentang apa itu komputer, perangkat lunak dan hak cipta. Beberapa diantara warga adalah pekerja kantoran yang kesehariannya bekerja menggunakan Komputer, mereka berkata kepadaku kalau perangkat Lunak di komputer mereka mungkin perangkat lunak bajakan, karena setiap ada kerusakan atau perbaikan yang memerlukan Install Ulang sistem Operasi, mereka hanya membayar Rp 50 ribu-100 ribu kepada tukang servis, padahal harga Lisensi Perangkat lunak tersebut yang orisinal adalah 20 kali lipat harga tersebut, besar kemungkinan perangkat lunak yang terpasang adalah perangkat lunak bajakan.

Jam sudah menunjukan pukul 2 pagi, kami masih larut dalam obrolan. Aku menjelaskan kepada warga, bahwa usaha untuk membangun bangsa kita sebagai bangsa yang jujur dan mandiri akan sangat sulit dilakukan jika untuk hal-hal tertentu misalkan perangkat lunak untuk komputer, kita masih menggunakan perangkat lunak bajakan. Mungkin alasan utama adalah ketidaktahuan dan ketidakmauan, tidak tahu legalitas hukum terhadap barang yang kita pergunakan dan ketidakmauan untuk menggunakan barang yang legal serta tidak melanggar hukum, mungkin juga karena biaya untuk menggunakan Perangkat lunak Orisinal harganya terlalu mahal untuk ukuran masyarakat kita sehingga lebih memilih perangkat lunak bajakan yang berbiaya lebih murah. Bisa dibayangkan jika kita rinci maka untuk memiliki seperangkat komputer rakitan standar yang memiliki aplikasi cukup lengkap bisa mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, biaya untuk membeli lisensi perangkat lunak bisa untuk membeli sebuah perangkat komputer baru.

Tampilan Desktiop Windows Bajakan
Tampilan Desktop Windows Bajakan

Peringatan tentang kemungkinan kita menggunakan Windows bajakan.
Peringatan tentang kemungkinan kita menggunakan Windows bajakan.


Lalu aku menjelaskan tentang perangkat lunak bebas dan terbuka yang bebas dipergunakan dan berbiaya sangat murah serta legal. Para warga terlihat tertarik mendengarkan ceritaku, aku memberitahu mereka bahwa perangakt lunak bajakan rata-rata dijual di pasaran dengan harga Rp 30 sd 50 Ribu rupiah, sedangkan perangkat lunak bebas dan terbuka seperti Linux bisa didapatkan secara gratis, dengan segudang paket Aplikasi yang telah lengkap serta memiliki tampilan yang indah dan unik.

mudah-mudahan obrolan malam itu dan cerita yang kusampaikan bisa berguna dan diteruskan oleh para warga kepada anak-anaknya sehingga kelak ketika anak-anak mereka menggunakan Komputer, mereka tidak akan menggunakan perangkat lunak bajakan.

Obrolan kami berakhir ketika Adzan subuh berkumandang dari mesjid, kami lalu berangkat bersama menuju mesjid untuk melakukan shalat subuh berjema’ah, dan kemudian pulang untuk beristirahat.

salam

Hidup adalah sebuah pilihan, tetapi menggunakan barang Illegal adalah bukan pilihan.

PCLinuxOS UNTUK TETANGGAKU

Jum’at, 28 Desember 2008 tepat pukul 16.30 Wib, saya baru saja sampai dirumah setelah seharian bekerja di kantor. Sesampainya di rumah, Isteriku tercinta yang setia langsung menyambut dengan hangat kedatanganku sambil menggendong anak pertama kami. Isteriku kemudian membuatkan secangkir teh manis panas untuk menghilangkan lelahku dan akupun menggantikannya untuk menggendong si kecil, anak pertama kami yang baru berusia satu bulan 4 hari, sungguh indah, betapa tatapan anakku tercinta mampu membuat segala penat di tubuhku hilang begitu saja, tatapannya yang masih polos seakan-akan sedang meperhatikan dan mengingat wajah bapaknya.

Selesai bercengkrama dengan Isteri dan anakku, aku kemudian mandi untuk menyegarkan diri sambil sebelumnya menyalakan komputer. selesai shalat maghrib, seperti biasa aku menunggu anakku tertidur dan bercakap-cakap dengan isteriku, disela pembicaraan kami tiba-tiba pintu rumah ada yang mengetuk, dan seseorang mengucapkan salam. aku lalu membukakan pintu, ternyata tetanggaku, Pak Ade. Ia datang bermaksud untuk menemuiku. Kupersilahkan dia masuk dan menanyakan maksud kedatangannya, Ia datang untuk menjelaskan kepadaku perihal program siskamling yang baru saja aktif kembali di desa kami, memang sebelumnya program tersebut pernah vakum sehingga keamanan di desa kami sedikit terganggu dengan adanya beberapa kejadian pencurian di rumah warga desa kami. disela-sela obrolan kami, Pak ade berkata bahwa komputer di rumahnya sudah dua hari ini rusak, barangkali aku bisa memperbaikinya ia akan sangat berterimakasih, aku lalu bertanya kepadanya apakah sudah dibawa ke tukang servis komputer atau belum? ia menjawab bahwa rekannya yang dikantor, seorang ahli IT mengatakan kepadanya bahwa Hardisk Komputernya rusak terbakar dan harus diganti sehingga komputernya untuk sementara waktu tidak bisa dipergunakan.

sekitar jam 09.00 wib aku lalu berangkat ke rumah pak ade dan mencoba melihat kerusakannya, aku tidak terlalu faham akan Hardware komputer jadi setelah beberapa saat aku melihat bahwa Hardisk beliau memang rusak, dan aku menyarankan hal yang sama kepadanya, bahwa untuk sementara waktu koomputernya memang tidak bisa dipergunakan seperti biasa sampai hardisknya diganti. ia lalu merasa sedikit kecewa, karena baginya komputer tersebut sangatlah penting dalam membantu pekerjaannya, ia baru bisa mengganti hardisk tersebut beberapa hari kedepan. aku lalu mencek spesifikasi komputer beliau, sebuah PC rakitan dengan Processor Celeron 2,6 dan 512 Mb Ddram terpasang didalamnya, lalu kuperhatikan Drive optiknya telah menggunakan DVD Combo, kemudian aku berkata kepadanya bahwa sambil menunggu hardisknya diganti Pak ade masih bisa tetap menggunakan komputernya seperti biasa, ia tampak kaget dan bertanya bagaimana mungkin bisa ? lalu aku mulai menjelaskan tentang Linux Live CD, kebetulan kemarin aku baru selesai mengunduh Iso Image PCLinuxOS dari Internet, aku lalu pamit dulu untuk mengambil CD tersebut kerumah. beberapa waktu kemudian aku pasang CD PCLinuxOS dalam komputer beliau dan membootingnya, Pak ade tampak tercengang melihat sebuah sistem Operasi yang tersimpan dalam sebuah CD dan mampu berjalan tanpa harus diinstal terlebih dahulu pada Hardisk, aku lalu menjelaskan sedikit pengetahuanku tentang PCLinuxOS dan cara menggunakan beberapa Aplikasi yang terpasang didalamnya. Pak ade lalu bertanya bagaimana ia menyimpan pekerjaannya, padahal hardisknya rusak, aku lalu memberikan solusi jika ia memiliki USB Flashdisk maka ia bisa menyimpan pekerjaannya dalam USB untuk sementara waktu. setelah beberapa lama, Pak ade mulai tampak terbiasa menggunakan PCLinuxOs dan ia sangat berterimakasih atas bantuanku, aku kemudian pamit pulang karena jam sudah menunjukan pukul 23.00 wib.

Senin, 01 Desember 2008 jam 18.30 Wib, pintu rumahku diketuk seseorang, ketika kubuka pintu, tampak Pak ade di depan pintu sambil mengucapksan salam, aku kemudian mempersilahkan beliau untuk masuk ke dalam rumahku. setelah kami duduk di ruang tamu sambil menunggu kopi hangat buatan isteriku, kami bercakap-cakap. pak ade menjelaskan kepadaku bahwa ia telah membeli hardisk baru, ia lalu meminta kesediaanku untuk mebantunya memasangkannya, dan ia pun meminta kepadaku untuk memasangkan Distro PCLinuxOS di komputernya, Aku senang sekali atas permintaannya lalu aku bertanya alasan ia mau menggunakan Linux, ia lalu menjawab bahwa ia suka akan tampilan desktop PCLinuxOs, unik dan bagus katanya, selain itu Linux itu murah dan legal, dan yang penting ia berpikir dengan menggunakan Linux tidak akan direpotkan oleh Virus Komputer dan rutinitas Defragmenting Hardisknya, seperti yang selama ini ia lakukan dengan sistem opersi komputer bajakn yang ia pergunakan. lalu aku menjelaskan bahwa jika ia bersedia masih banyak distro Linux lain yang kumiliki barangkali beliau tertarik untuk mencobanya, kemudian ia berkata bahwa untuk saat ini ia memilih PCLinuxOS saja. tanpa banyak kata kami lalu pergi kerumahnya dan melaksanakan semua permintaanya. Dalam perjalanan pulang aku tak henti mengucapkan syukur, karena telah mampu membuat seseorang berbuat benar dengan tidak menggunakan perangkat lunak bajakan, bukankah ini juga merupakan kewajiban kita untuk selalu mengingatkan sesama agar berbuat kebajikan dan tidak melanggar hukum :).

Be Legal Be Opensource 🙂 Salam

/*cerita ini adalah karangan belaka, jika ada kesamaan nama, tempat serta kejadian maka itu hanya kebetulan semata. /

Tampilan Live CD PCLinuxOS
Tampilan Live CD PCLinuxOS
Tampilan PCLinuxOS setelah di Install
Tampilan PCLinuxOS setelah di Install
Aplikasi dalam PCLinuxOS
Aplikasi dalam PCLinuxOS
Pilihan Splash screen
Pilihan Splash screen