IDEALISME SERTA KONSEP FREE / OPENSOURCE


Kesamaan Konsep Idealisme Opensorce dengan musik Underground.

Musik Underground lahir sebagai wujud dari ketidak puasan terhadap Industri musik yang membatasi serta mengatur Idealisme Para Musisi dan pada sisi yang lain merupakan bentuk protes terhadap kehidupan sosial masyarakat yang kapitalis serta anti Kemapanan. Ketika Industri menolak untuk memberikan kesempatan kepada para musisi Idealis dengan alasan motif Ekonomis (Tidak popular dan tidak memiliki nilai jual tinggi) maka para musisi Idealis yang menginginkan adanya apresiasi masyarakat terhadap karyanya membentuk komunitas yang sejalan dengan idealisme mereka, dari sini lahirlah bentuk baru dari industri musik yang memiliki konsep DIY (Do It Yourself) dimana Para musisi merekam musik mereka dengan modal sendiri dan menjualnya kepada penikmat musik mereka dalam jumlah dan distribusi yang terbatas, mereka mengadakan pertunjukan dalam bentuk Festival musik dan konser musik berskala kecil secara bergerilya dari satu tempat ke tempat lainnya untuk menunjukan eksistensi mereka. Seiring dengan waktu, komunitas musisi ini yang memiliki Idealisme musik yang cenderung Keras seperti, Rock, Heavy Metal, Punk Rock, Hardcore, Industrial, Hip Metal, Trash Metal, Deathmetal, Blackmetal, Grind Core, Gothic Metal dll. Tumbuh berkembang menjadi sebuah komunitas yang besar yang kemudian mulai dilirik oleh Industri musik.

Manggung


Konsep Idealisme musisi Underground yang tidak ingin dibatasi dalam berkarya dengan kaidah-kaidah musik yang diinginkan oleh Industri musik, memilih untuk berjuang dan berkembang tanpa bantuan pihak Industri musik dan bebas untuk menentukan jenis musik mereka serta menunjukan siapa mereka tanpa diatur oleh pihak lain. Mereka percaya bahwa semua orang berhak untuk bermusik dan untuk dihargai, bahwa mereka mampu berkaya sama bagusnya atau bahkan lebih bagus dari karya-karya musisi dibawah naungan Industri musik mayor label. Mereka tidak merasa dan bukanlah kaum minoritas, mereka hanya komunitas yang memilih jalan lain yang lebih sesuai dengan idealisme mereka.

Idealisme seperti ini juga ditemukan dalam barisan komunitas GNU/Linux, yang dipelopori oleh Linus Torvalds dengan kernel Linux-nya, Richard Stallman dengan Free Opensource dan Free Software Foundationnya. Komunitas ini lahir karena ketidak puasan atas monopoli dan pembatasan lisensi penggunaan perangkat lunak dari pihak pengembang perangkat lunak Proprietary seperti MS WINDOWS dan MAC OS. Komunitas pengguna Linux membentuk komunitas mereka atas dasar Prinsip kebebasan untuk memilih dan berkarya. Salah satu Ide mendasar mereka seperti yang diterpakan dalam Filosopi Distro Ubuntu

“The Ubuntu project is built on the ideas enshrined in the Ubuntu philosophy: that software should be available free of charge, that software tools should be usable by people in their local language, and that people should have the freedom to customize and alter their software in whatever way they need”

bahwa, Perangkat lunak semestinya tersedia bebas dari biaya, Perangkat lunak semestinya bisa digunakan oleh setiap orang dalam bahasa mereka sendiri, dan setiap orang semestinya memiliki kebebasan dalam mengkustomasi dan merubah perangkat lunak yang mereka gunakan dalam segala bentuk dan diseusuaikan dengan kebutuhan mereka. Ini adalah Ide dasar yang membuat Mark Shutllewort bersama perusahaannya Canonical.Ltd mengembangkan Disto Ubuntu yang berbasiskan Distro Debian dan menyebarluaskannya ke seluruh dunia secara gratis.

Idealisme Free / opensource.

Komunitas pengguna GNU/Linux bebas untuk mendapatkan OS GNU / Linux dengan cara mengunduh dari Internet, mengkopi atau membeli CD/DVD Installer, kemudian menggunakannya, menggandakannya, menyebarkannya, memodifikasinya / menulis ulang atau menerbitkan sebuah Distro baru dari distro yang telah dipergunakan mereka dibawah lisensi GPL/GNU.

Konsep serta Idealisme anti monopoli penggunaan perangkat lunak ini jika diterapkan dengan sungguh-sungguh bisa membentuk sebuah perubahan perekonomian ke arah yang lebih baik. Kita akan lebih bebas untuk mengupgrade sistem komputerisasi kita tanpa harus me ”Renew License” perangkat lunak yang dipasang di perangkat baru, kita bisa menekan seminimal mungkin anggaran yang biasa dipergunakan untuk membeli lisensi Aplikasi perangkat lunak tambahan seperti aplikasi perkantoran, aplikasi grafis dsb. Biaya pertama yang mungkin dianggap besar ketika bermigrasi ke OS Linux adalah pada saat training dan maintenance system, yang jika dibandingkan dengan system Operasi lain sebenarnya jauh lebih kecil.

Foto Linus Torvalds
Foto Linus Torvalds


Selama ini sebagian besar Biaya operasional kita diperuntukan untuk Lisensi penggunaan Perangkat lunak proprietary, jika kita pergunakan sistem operasi Linux yang bebas bahkan gratis maka Anggaran tersebut bisa dipergunakan untuk mengadakan perangkat komputer baru dgn jumlah yang sama dengan perangkat komputer yang lama atau untuk dialokasikan untuk hal lain yang lebih bermanfaat, dan dana kita tidak lari keluar negeri yang hanya akan menambah kaya kaum kapitalis.

Foto Richard Stallman
Foto Richard Stallman


Bagaimanapun pilihan ada ditangan pengguna, Konsep serta Idealisme mana yang akan dipilih. Hak pengguna untuk memilih, Hanya satu pesan penulis. hindari menggunakan perangkat lunak Bajakan J.

Buku tentang Richard Stallman
Buku tentang Richard Stallman

Salam Free/Opensource

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s