Analogi Generasi Linux

Be a good generation
Be a good generation

Pembaca, apa yang terlintas dalam benak anda ketika anda ingin makan? apakah anda akan :

  • pergi ke restoran mahal?
  • rumah makan nasi padang?
  • warteg,
  • atau memasak sendiri?

Lanjutkan membaca “Analogi Generasi Linux”

Iklan

MASA DEPAN LINUX DI INDONESIA

Multi Server
Multi Server

Apa kabar pembaca, semoga dalam keadaan sehat walafi’at tanpa kurang suatu apapun.

Kali ini saya ingin sedikit bertanya tentang bagaimana masa depan Linux di Indonesia? barangkali anda punya Opini?

Menarik sekali, bagi saya masa depan Linux di Indonesia sangat menjanjikan dan memiliki peluang yang bagus. Pusat-pusat sertifikasi Linux telah banyak bermunculan dan didukung oleh lembaga Pendidikan yang memberikan pelatihan dan pengajaran tentang Linux. Lanjutkan membaca “MASA DEPAN LINUX DI INDONESIA”

BUKU MANUAL ZENWALK

Buku ini berisikan panduan dasar dlam menggunakan distro Zenwalk. BAgus untuk pemula yang ingin mengenal Distro Zenwalk, sebuah Distro yang ringan dan cepat dengan Aplikasi yang komplit. dan tangguh.

Silahkan download :

download31

APPOLOGIZE – MY POSTING

Pembaca, beberapa hari belakangan ini anda bisa memperhatikan bahwa postingan saya cenderung membahas ebook, perlu saya terangkan bahwa selama ini saya online dengan menggunakan fasiltas kantor dan terkadang tumpang tindih dengan kewajiban saya untuk bekerja, jadi ketika waktu luang saya untuk surfing tersita oleh banyaknya pekerjaan, saya mencoba untuk meringkas materi yang ingin saya posting di blog saya menjadi sebuah ebook (Atau memang tadinya ebook tersebut direncakan akan menjadi bahan materi saya) untuk mensiasati kurangnya waktu saya untuk beraktifitas Internet. Lanjutkan membaca “APPOLOGIZE – MY POSTING”

CATATAN AKHIR TAHUN

Catatan Akhir Tahun, Pembaca ada baiknya kita meluangkan waktu sebentar untuk bertanya dan merasakan apa yang telah kita perbuat selama Tahun 2008, apakah sudah banyak hal berguna yang kita lakukan? atau masihkan kita menjadi bahan nasehat? semoga saja perjalanan selama tahun 2008 membawa kita menjadi pribadi yang lebih dewasa dan lebih berguna, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Mari kita berdo’a dan merencanakan dengan matang semua harapan dan keinginan kita di tahun 2009 yang akan datang nanti, selamat Tahun baru Islam 1430 H dan Tahun Baru Masehi 2009. Tetap ngeBLOG, berbagi, menghargai dan jangan Lupa semangat Free/Opensource 🙂 Sukses untuk semuanya. Salam.

HUBUNGAN ANTARA OBAT GENERIK DENGAN LISENSI PERANGKAT LUNAK

Obat Generik adalah sebutan bagi jenis obat yang telah melewati masa paten, yaitu masa penjualan yang disesuaikan dengan biaya riset, produksi dan administrasi hak paten. Rentang waktu yang diberikan adalah 20 tahun, dalam masa ini obat generik disebut sebagai obat Paten. setelah masa paten terlewati, maka obat paten tersebut masuk kepada kategori obat generik yang harus dijual tanpa memperhitungkan biaya riset awal dan administrasi hak paten, sehingga hanya dijual berdasarkan biaya produksi saja. hal ini yang membuat obat generik memiliki harga yang murah dan terpaut jauh dengan jenis obat paten. padahal kandungan dalam obat ini sama dengan obat paten.

Lalu apa hubungannya dengan Lisensi perangkat lunak? saya hanya berandai-andai, seandainya sistem ini diterapkan terhadap Lisensi penggunaan perangkat lunak Propietary. Masyarakat kelas menengah kebawah pastinya akan mampu menikmati penggunaan perangkat lunak propietary yang orisinal dan pastinya budaya mempergunakan perangkat lunak bajakan akan bisa dihindari. Semisal, Microsoft Windows dengan Produknya Windows XP Pro setelah rentang beberapa tahun menjualnya dan mendapatkan keuntungan yang cukup, seyogyanya ia menjual produknya itu (windows XP pro) dengan harga yang sangat murah yang terjangkau oleh kalangan kelas bawah, syukur-syukur bisa menjadikannya freeware.

Dikarenakan rentang waktu perkembangan teknologi Informasi yang sangat cepat, maka saya rasa masa paten-nya tersebut harus lebih singkat dibandingkan dengan masa paten obat generik seperti yang saya jelaskan diatas, misalkan maksimal 5 tahun dibandingkan 20 tahun masa paten obat generik. karena dalam dunia TI perkembangan terjadi setiap saat dan dalam waktu yang cepat, lihat saja perkembangan Hardware komputer atau Hand Phone rata-rata muncul produk baru dalam periode paling lama 3 bulan.

Tetapi tampaknya sistematika diatas akan sukar diterapkan selain karena alasan ketidakmungkinan dari pihak pengembang Perangkat lunak tersebut, tetapi lebih kepada masa kadaluarsa perangkat lunak itu sendiri, perkembangan TI yang cepat, membuat Pengembang perangkat keras dan perangkat lunak saling beradu cepat untuk mengembangkan produk baru dan membuat kompatibilitas perangkat lama menjadi terabaikan dan menjadi tidak berguna. Contoh kasus, apakah anda akan menggunakan Perangkat lunak Windows 95 untuk dipergunakan pada saat sekarang pada komputer anda jika Windows memberikan lisensi pengunaannya secara cuma-cuma kepada anda? saya rasa anda malah akan menolaknya mentah-mentah, kecuali jika anda tipe pengguna pasif yang hanya menggunakan komputer untuk keperluan mengetik saja atau karena anda hanya memiliki komputer yang spesifikasinya hanya mendukung OS Windows 95 tersebut saja. saya yakin anda akan kesulitan ketika mengupgrade komputer anda dengan perangkat keras yang baru, atau bermaksud untuk menginstall program-program mutakhir.

Untungnya pembaca, masih ada sekelompok orang yang dengan gigih dan penuh dedikasi mengabdi kepada ilmu pengetahuan dan membuat perangkat lunak terbuka yang bebas untuk didapatkan, dipergunakan, diperbanyak atau dimodifikasi oleh setiap orang. beruntung sekali orang semacam saya yang memiliki keterbatasan finansial yang tidak mungkin untuk membeli lisensi penggunaan perangkat lunak Propietary memiliki kesempatan untuk menggunakan perangkat lunak yang mutakhir yang sama bahkan lebih hebat dibandingkan perangkat lunak propietary dan masih kompatibel untuk dipergunakan pada komputer lama milik saya.

Tidak perlu Perangkat lunak Generik, kita bisa menggunakan perangkat lunak paten dengan hak paten Free/Opensource. Tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk selalu mengupgrade perangkat keras sesuai tuntutan perangkat lunak, cukup pilih salah satu dari sekian banyak perangkat lunak yang kompatibel dengan komputer kita. Sebuah pilihan pintar untuk menjadi individu yang menghargai hak kekayaan intelektual orang lain dan berlaku jujur serta legal.

Terimakasih kepada semua pihak yang telah membuat OS GNU/Linux ada dan tersedia bagi semua orang. Karena seyogyanya ilmu pengetahuan (TI) harus bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Salam.

PANDUAN SINGKAT INSTALASI BLANKON MEULIGOE

Seperti biasa, Panduan ini ditujukan bagi pemula yang membutuhkan panduan dalam gambar untuk menginstall Distro Blankon meuligoe (Proses yang sama bisa diaplikasikan terhadap Distro Ubuntu, UbuntuME, Linux Mint dan Distro lain yang merupakan turunan dari Ubuntu).

Saya asumsikan anda sudah membuat sebuah partisi kosong + 10 Gb dan satu buah partisi dengan ukuran 512 Mb untuk partisi swap. Ukuran Partisi yang akan diinstall Meuligoe bisa diperbesar sesuai dengan selera dan kebutuhan anda. Partisi bisa dibuat dengan menggunakan Program Powerquest Partition Magic di MS Windows atau mengunakan Distro Parted Magic Live CD yang powerfull.

Jika anda bermaksud untuk menggunakan semua partisi HDD anda, bisa memilih Opsi penggunaan semua HDD dalam proses Instalasi.

Setelah partisi dipersiapkan, silahkan Boot CD Installer meuligoe (Disini saya menggunakan LIVE CD) dan tunggu sampai masuk ke tampilan utama.

Opsi untuk memilih Bahasa
Opsi untuk memilih Bahasa

Bahasa Indonesia adalah Pilihan Default dalam Distro Meuligoe.

Tampilan Pilihan Waktu dan Lokasi
Tampilan Pilihan Waktu dan Lokasi

Pilihan standar, Jakarta.

Tampilan Pilihan Keyboard yang digunakan
Tampilan Pilihan Keyboard yang digunakan

Pilihan standar, US English

Pilihan Partisi yang akan diinstall Meuligoe
Pilihan Partisi yang akan diinstall Meuligoe

Saya pilih manual, karena telah mempersiapkan partisi kosong sebesar 11 Gb untuk diinstall meuligoe.

Pilih Partisi kosong yang telah dipersiapkan
Pilih Partisi kosong yang telah dipersiapkan
Setting partisi kosong untuk diinstall
Setting partisi kosong untuk diinstall

Tentukan titik kait sebagai / (root)

tampilan untuk membuat Username dan Password
tampilan untuk membuat Username dan Password

Buatlah Username dan Password.

Pilihan Migrasi dari OS lain (Jika dual booting)
Pilihan Migrasi dari OS lain (Jika dual booting)

Lanjutkan ke opsi berikutnya.

Tampilan untuk Pengecekan terakhir, siap lanjutkan.
Tampilan untuk Pengecekan terakhir, siap lanjutkan.

Klik next dan lanjutkan.

Sistem sedang diinstall
Sistem sedang diinstall

Tunggu sampai proses Instalasi selesai (30 Menit paling lama)

Instalasi Selesai, Silahkan restart komputer anda.
Instalasi Selesai, Silahkan restart komputer anda.

Proses Instalasi selesai, Silahkan restar komputer anda.

Semoga Bisa membantu anda dalam menginstall BlankOn Meuligoe.

KENAPA MENGGUNAKAN UBUNTU

Pembaca yang budiman, tulisan ini sengaja saya buat sebagai jawaban atas begitu banyaknya pertanyaan dari teman saya tentang kenapa saya menggunakan Distro Ubuntu.

Dan mungkin tulisan ini bisa menjadi referensi singkat bagi anda (Pemula) yang tertarik untuk menggunakan Distro Ubuntu.

Ubuntu adalah sebuah Distro (Distribution) OS GNU/Linux yang dikembangkan dari basis Distro Debian yang mengedepankan kemudahan dalam proses Instalasi maupun penggunaan. Ubuntu secara default mengusung Desktop manager Gnome, tetapi jika anda menginginkan Desktop manager lain semisal KDE atau Xfce anda bisa menggunakan Kubuntu atau Xubuntu.

Ubuntu dan Variannya
Ubuntu dan Variannya

Ubuntu dikembangkan dengan misi dan visi mudah dan bebas untuk digunakan oleh setiap orang sesuai mottonya “Linux For Human Being”, Ubuntu telah mendukung banyak jenis bahasa yang bisa digunakan sebagai bahasa standar, bahasa Indonesia adalah salah satunya.

Bagi pengguna OS Windows yang ingin bermigrasi ke OS Linux tanpa menghendaki direpotkan oleh kendala teknis, maka Ubuntu memberikan solusinya. Tampilan desktop serta Aplikasi yang diusung oleh Ubuntu pada dasarnya memiliki kemiripan dengan Aplikasi standar yang biasa ditemukan dalam OS Windows. Misalkan, Pengguna Aplikasi Kantoran tidak akan kesulitan untuk menggunakan Aplikasi Open Office Org karena Aplikasi tersebut memiliki tampilan Antar muka yang mirip dengan Aplikasi Ms Office.

Kemudian Stabilitas serta kecepatan Distro Ubuntu bisa diandalkan, sehingga kita bisa memaksimalkan mesin komputer kita sebagai alat kerja yang produktif.

Kenapa harus Ubuntu? Sebenarnya tidak harus, masih banyak pilihan lain dalam OS Linux yang memiliki kehebatan dan kemampuan yang sama dengan Ubuntu, bahkan lebih. Disini mungkin lebih karena kemudahan serta dukungan teknis saja. Ubuntu didukung oleh sebuah perusahaan besar yang menjanjikan pengembangan Ubuntu yang berkelanjutan.

Ubuntu hanyalah salah satu dari sekian banyak pilihan OS Linux yang bisa kita pergunakan, bagi anda yang baru saja bermigrasi Ke Linux, maka Ubuntu merupakan sebuah pilihan tepat untuk membiasakna diri sebelum mencoba Distro lain yang mungkin memerlukan sedikit pengetahuan lebih.

Jadi kenapa saya menggunakan Ubuntu? Karena alasan diatas dan karena Ubuntu mampu berjalan Gegas, Stabil dan mulus di Komputer saya.

bagaimana dengan anda, apa alasan anda menggunakan Ubuntu?

Powered By Ubuntu
Powered By Ubuntu

KENAPA HARUS MENGGUNAKAN SISTEM OPERASI LINUX?

“Apasih Tang?”,

“Sok Idealis banget sih Lo!”,

“Bisa apa sih Lo soal Linux?”

“Halah masih pake Windows aja sok ngomongin Linux!”,

Yup, betul itu adalah kata-kata yang sering dilontarkan oleh rekan kerja, teman dan orang-orang yang dekat dengan saya jika mulai membicarakan Linux di dekat mereka. Hanya beberapa orang saja yang sedikit tertarik untuk mengenal Linux Itupun sekedar tertarik saja tanpa ada kelanjutan untuk mengetahui dan mempelajarinya lebih jauh.

Masih banyak yang memandang sinis Sistem operasi Linux, sebagian dari mereka mengatakan bahwa Linux itu tidak “User Friendly”, “susah” dan “tidak kompatible” dengan semua perangkat komputer.

Mungkin ada benarnya juga pandangan mereka, bagi seorang Newbie (pemula), Linux bisa dibilang merupakan sebuah momok yang menakutkan, kata yang terlintas dalam benak pemula (contohnya saya) saat pertamakali berkenalan dengan Linux adalah “Susah”, tapi bukankah itu yang pertama kali terlintas dalam benak kita sewaktu pertama kali belajar Windows? Semuanya pasti mengalami Sindrom Panik, Grogi dan takut pada saat pertama kali belajar sesuatu terutama jika ada resiko yang harus dihadapi, dalam hal ini mungkin resikonya adalah hilangnya data dalam komputer anda.

Tidak User Friendly, ini tergantung dari sudut mana kita melihat dan menggunakan linux, semua orang pada saat pertamakali menggunakan sesuatu pasti akan gagap dan memerlukan waktu untuk belajar dan menguasainya. Tidak bisa kita bandingkan dengan sesuatu yang telah kita telah terbiasa untuk melakukannya. Saat ini sudah banyak Distro Linux yang bahkan sangat user friendly bagi orang-orang yang terbiasa menggunakan Windows dan ingin beralih ke Linux, cobalah Linux XP, PCLinuxOS atau produk lokal, Dewa Linux. Dulu saya perlu waktu berminggu-minggu untuk bisa menggunakan Windows serta Aplikasi didalamnya, tetapi untuk Linux saya hanya perlu beberapa hari untuk memahaminya.

Bahwa Linux tidak kompatibel dengan semua perangkat Komputer, ya ini benar. Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak dari pengguna Linux yang mendapat kesulitan ketika pertama kali menggunakan Distro Linux, sebagian dari mereka menemukan beberapa perangkat komputernya (khususnya Laptop) tidak dikenali dan tidak bisa berjalan pada distro yang ia pergunakan sehingga harus mencoba beberapa Distro sampai akhirnya menemukan yang cocok dan mampu mengenali perangkat komputernya dengan baik.

Justeru disinilah hebatnya pengembangan Linux, untuk setiap permasalahan yang kita hadapi, maka seyogyanya kita sampaikan pada forum pengguna distro Linux yang kita pergunakan sehingga bisa dilakukan perbaikan terhadap kekurangan / permasalahan pada Distro tersebut,

Perangkat lunak proprietary, pengembangan dan perbaikannya dilakukan secara tertutup di laboratorium perusahaan, dan mereka menjadikan kita tester produk mereka secara halus yaitu dengan cara menjadikan kita konsumen produk mereka, dan kemudian mereka memperbaiki kekurangan produk mereka berdasarkan keluhan-keluhan kita sebagai konsumen mereka, hasilnya adalah sebuah produk baru yang diklaim lebih canggih dan mutakhir dibandingkan produk pertama, tetapi kita harus mengeluarkan biaya untuk mendapatkannya.

Contoh kasus, ketika Windows 2000 diluncurkan, itu merupakan sebuah produk beta dari Windows XP, Kita membeli lisensinya untuk menggunakannya dan melaporkan keluhan atas beberapa fitur yang tidak berjalan dengan baik, dari hasil perbaikan berdasarkan keluhan kita maka diluncurkanlah produk Windows XP. Dan kita harus membeli lisensi lagi untuk mengganti Windows 2000 atau mengupgradenya menjadi windows XP, bisa anda hitung sendiri berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh anda. Kita Bandingkan dengan Linux, asumsikan anda menggunakan Ubuntu Edgy Eft misalnya atau Hardy heron, untuk mendapatkan versi terbaru dari Ubuntu atau anda ingin Upgrade ke Versi terbaru yaitu Intrepid Ibex, anda tidak perlu keluar biaya apapun, Upgrade saja lewat Internet atau pesan CD Gratis lewat program Shipit Ubuntu kemudian Install, praktis dan murah.

Lagipula pada saat sekarang hampir semua Distro Linux sudah mampu mengenali perangkat keras komputer, ini merupakan hasil kerja keras Linus Torvalds (Hail to the founder) bersama timnya dalam mengembangkan kernel Linux, serta dukungan banyak pihak demi kemajuan GNU/Linux.

)
Komputerku sayang 🙂

Saya lantang dalam membicarakan Linux karena saya percaya bahwa negeri kita akan menjadi lebih baik jika kita belajar untuk menghargai hasil karya orang lain, dengan tidak menggunakan Perangkat Lunak Bajakan dan tidak membiarkan Devisa Negara kita masuk ke kantong celana kaum kapitalis yang hanya mengeksploitasi dan memonopoli kita untuk menggunakan “hanya” produk mereka, serta dengan Opensource kita bisa menciptakan generasi yang melek teknologi dengan terbukanya sumber kode perangkat lunak, sehingga bisa dipelajari dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan kita.

Saya mencoba Idealis, karena dengan Linux kita menghargai diri kita sendiri, Hukum dan hasil karya orang lain juga dengan Linux kita belajar untuk menjadi individu yang jujur.

Saya bukanlah orang yang ahli atau menguasai Linux, saya hanyalah pengguna biasa yang masih belajar dan mecoba perduli serta yakin bahwa bangsa kita memiliki sumber daya manusia yang memiliki bakat dan kemampuan besar dalam teknologi. Dan agar generasi bangsa kita tersebut bisa menjadi seperti yang kita harapkan maka kita perlu menyediakan Sarana dan prasarana untuk mendukungnya, dengan Linux maka beban biaya yang diperlukan bisa berkurang drastis. Bayangkan, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat satu buah laboratorium komputer Sekolah lengkap jika menggunakan perangkat lunak proprietary? Dengan Linux, kita hanya mengeluarkan biaya pembelian perangkat keras saja.

Saya masih menggunakan windows di tempat saya bekerja, karena pimpinan kerja saya yang membuat kebijakan seperti itu, dan itu adalah kewenangannya, meskipun saya sering memberikan saran untuk bermigrasi ke Linux, tetapi tidak pernah ditanggapi.

Saya banyak menulis di blog ini dengan harapan lahir pengguna-pengguna linux baru yang akan membuat sebuah perubahan bahkan mungkin tren yang akan membuka mata pihak-pihak lain (diantaranya pimpinan kantor saya) yang selama ini masih menggunakan perangkat lunak bajakan atau proprietary untuk beralih menggunakan Linux.

Pada akhirnya, bahwa harapan dan impian kita untuk mewujudkan sebuah Idealisme yang baik tidaklah tercipta dalam waktu yang sekejap, diperlukan waktu, kesungguhan, dukungan serta perjuangan yang cukup lama agar hal tersebut bisa tercapai.

Cita-cita tetaplah sebuah cita-cita yang harus dikejar dan dijalani, jika kita sekarang tidak mampu mewujudkannya mungkin anak cucu kita nanti yang akan menggantikan kita untuk mengembalikan kejayaan bangsa serta Negara kita seperti dahulu. Tugas kita hanyalah membekali mereka.

Begitu teman, rekan dan sahabat, ini adalah alasan kenapa saya sangat antusias dengan Linux, ini adalah jalan yang saya fahami untuk berbakti kepada Ibu Pertiwi.

Semoga jalan pikiran kita semua bisa terbuka dan mulai bangkit untuk membangun Negeri ini secara positif, menurut jalan yang anda mampu dan fahami.

Salam

jadul
jadul

SETTING SOUNDCARD LAMA DI UBUNTU

Pembaca, jika anda kebetulan menggunakan Distro Ubuntu yang dipasang pada komputer model lama seperti milik saya yang masih menggunakan Soundcard PCI ISA ESS1868, yang setiap menyalakan komputer harus di probing ulang dengan perintah Modprobe, maka anda bisa menambahkan perintah pada file /etc/modules, sehingga setiap kali kita menyalakan komputer maka kita tidak perlu repot lagi melakukan probing ulang soundcard kita karena sudah otomatis di loading di kernel modules saat booting. Caranya adalah :

ketikan perintah modprobe terlebih dahulu (Jika jika soundcard belum di probing) :

$sudo modprobe snd-(soundcard anda)

dalam kasus ini saya ambil contoh soundcard miik saya.

$sudo modprobe snd-es18xx

$sudo alsamixer

$sudo alsactl store

lalu dilanjutkan dengan

$sudo nano /etc/modules

Ketikan perintah di Terminal
Ketikan perintah di Terminal

tambahkan snd-(soundcard anda) dalam baris file, contoh untuk milik saya :

snd-es18xx

Tampilan ketika mengedit file /etc/modules
Tampilan ketika mengedit file /etc/modules

sekarang setiap kali anda menyalakan komputer anda maka soundcard anda sudah terdeteksi dan anda bisa langsung menikmati audio di komputer anda.

Catatan:

Tips ini hanya berlaku bagi soundcard tipe lama yang memerlukan settingan modprobe setiap kali reboot, dan kemungkinan tidak diperlukan bagi komputer tipe baru (P-IV keatas dan komputer dengan soundcard onboard)

dibawah ini daftar beberapa soundcard lama yang mungkin perlu settingan seperti diatas :

snd-dummy= Dummy soundcard

snd-mpu401= mpu401 UART

snd-mtpav= MOTU Midi Timepiece

snd-serial= Serial UART 16450/16550 MIDI

snd-virmidi= Dummy soundcard for virtual rawmidi devices

snd-ad1816a= ADI SoundPort AD1816A

snd-ad1848= Generic driver for AD1848/AD1847/CS4248

snd-als100= Avance Logic ALS100

snd-azt2320= Aztech Systems AZT2320 (and 2316)

snd-cmi8330= C-Media’s CMI8330

snd-cs4231= Generic driver for CS4231 chips

snd-cs4232= Generic driver for CS4232 chips

snd-cs4236= Generic driver for CS4235/6/7/8/9 chips

snd-dt019x= Diamond Technologies DT-019x

snd-es1688= Generic ESS AudioDrive ESx688

snd-es18xx= Generic ESS AudioDrive ES18xx

snd-gusclassic= Gus classic

snd-gusextreme= Gus extreme

snd-gusmax= Gus Max

snd-interwave= Interwave

snd-interwave-stb= Interwave

snd-opl3sa2= Yamaha OPL3SA2

snd-opti93x= OPTi 82c93x based cards

snd-opti92x-cs4231= OPTi 82c92x/CS4231

snd-opti92x-ad1848= OPTi 82c92x/AD1848

snd-es968= ESS AudioDrive ES968

snd-sb16= SoundBlaster 16

snd-sbawe= SoundBlaster 16 AWE

snd-sb8= Old 8 bit SoundBlaster (1.0, 2.0, Pro)

snd-sgalaxy= Sound galaxy

snd-wavefront= Wavefront

OSS drivers

ad1848= AD1848

adlib= Adlib

mad16= MAD16

pas2= ProAudioSpectrum PAS16

sb= SoundBlaster

uart401= UART 401 (on card chip)

uart6850= UART 6850 (on card chip)

opl3= Yamaha OPL2/OPL3/OPL4 FM Synthesizer (on card chip)

opl3sa= Yamaha OPL3-SA FM Synthesizer (on card chip)

opl3sa2= Yamaha OPL3-SA2/SA3 FM Synthesizer (on card chip)

ALSA PCI Drivers

snd-ali5451= ALi PCI audio M5451

snd-als4000= Avance Logic ALS4000

snd-cmipci= C-Media CMI8338 and 8738

snd-cs4281= Cirrus Logic CS4281

snd-cs46xx= Cirrus Logic Sound Fusion CS46XX

snd-emu10k1= EMU10K1 (SB Live!)

snd-ens1370= Ensoniq ES1370 AudioPCI

snd-ens1371= Ensoniq ES1371 AudioPCI

snd-es1938= ESS Solo-1 (ES1938, ES1946, ES1969)

snd-es1968= ESS Maestro 1/2/2E

snd-fm801= ForteMedia FM801

snd-intel8x0= Intel ICH (i8x0) chipsets

snd-maestro3= ESS Maestro3/Allegro (ES1988)

snd-korg1212= Korg 1212 IO

snd-rme32= RME Digi32, Digi32/8 and Digi32 PRO

snd-nm256= NeoMagic 256AV and 256ZX

snd-rme96= RME Digi96, Digi96/8 and Digi96/8 PRO/PAD/PST

snd-rme9652= RME Digi9652 audio interface

snd-hdsp= RME Hammerfall DSP

snd-sonicvibes= S3 SonicVibes

snd-trident= Trident 4DWave DX/NX & SiS SI7018

snd-via82xx= VIA South Bridge VT82C686A/B/C, VT8233A/C, VT8235

snd-ymfpci= Yamaha DS1/DS1E

snd-ice1712= ICEnsemble ICE1712 (Envy24)