Seminar Open Source Untuk bisnis dan Pendidikan


Seminar Open Source Untuk bisnis dan Pendidikan

Seminar Open Source Untuk bisnis dan Pendidikan adalah tema yang diusung dalam kegiatan seminar pada hari Minggu tanggal 18 April 2010 mulai jam 09.00 Wib s/d 13.00 WIb bertempat di Aula Husni Hamid  PemKab Karawang yang diselenggarakan oleh STMIK Sapta Informatika Karawang dan menghadirkan DR. Romi Satria Wahono sebagai pembicara.

Banyak hal menarik yang disampaikan oleh Pak Romi dalam seminar ini selain mengupas tentang dunia opensource, ada satu yang sangat saya sukai yaitu tentang keprihatinan beliau akan kualitas lulusan S1 (Teknik Informatika) Perguruan tinggi di Indonesia. Berdasarkan pengalaman beliau ketika merekrut lulusan S1 ternyata kemampuannya tidak sesuai dengan yang diharapkan, bahkan boleh dibilang nol besar. Apa yang mereka cantumkan dalam CV tentang kemampuan Programming tidaklah sesuai dengan kenyataanya, bisa dibilang mereka hanya mengenal bahasa program bukan menguasainya. dalam Test case terbukti mereka tidak bisa memberikan solusi bahkan lebih parah tidak mengerti sama sekali tentang tes programming yang mereka jalani, mungkin selama ini mereka hanya belajar pengenalan pemrograman bukan belajar menguasai pemrograman selama mereka kuliah.

hal lain yang menarik dalam Seminar Open Source Untuk bisnis dan Pendidikan ini adalah bahwa anak-anak SMK yang magang dan dididik oleh Pak Romi diperusahaannya ternyata lebih menunjukan prestasi, bahkan mereka menjadi pembimbing bagi anak-anak lulusan S1 yang kebetulan sedang magang di perusahaan pak Romi.

 

Seminar Open Source Untuk bisnis dan Pendidikan
Seminar Open Source Untuk bisnis dan Pendidikan

Kesimpulan

Mungkin tidak semua lulusan S1 (khususnya Teknik Informatika) yang ketika lulus tidak menguasai Bahasa pemrograman, tapi berkaca dari pembicaraan Pak Romi diseminar ini bisa dikatakan bahwa perlu pembenahan dalam kurikulum pendidikan kita serta bimbingan yang lebih baik terhadap Mahasiswa untuk belajar lebih giat bukan malah lebih mengutamakan Hedonisme dibandingkan kuliah mereka.

Selain itu perlu digarisbawahi juga bahwa ilmu pengetahuan yang bisa dibilang lebih berguna didapatkan dari keinginan kita untuk mempelajarinya lebih dalam, bukan dari hasil belajar di Sekolah/Perguruan tinggi. Seorang Otodidak akan lebih berharga dibandingkan seorang Lulusan Perguruan tinggi yang hanya mengenal teori ilmunya saja.

Kesimpulannya, bagi rekan-rekan blogger dan Mahasiswa marilah kita rajin belajar dan menambah ilmu kita setiap hari dan melatihnya tanpa henti agar kita bisa memberikan solusi terhadap segala permasalahan dibidang ilmu tersebut, terutama jika berhubungan dengan dunia kerja.

salam

kangtatang

 

Blog Review : IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia

12 thoughts on “Seminar Open Source Untuk bisnis dan Pendidikan

  1. aditkus 21 April 2010 / 12:44

    nice info pak, ya begitulah keadaan lulusan perguraan tinggi negeri ini siap nganggur bukan siap kerja…sama kayak saya ini

  2. kangtatang 21 April 2010 / 13:02

    aditkus :

    nice info pak, ya begitulah keadaan lulusan perguraan tinggi negeri ini siap nganggur bukan siap kerja…sama kayak saya ini

    Hi.. hi… tapi semoga artikel ini jadi motivasi untuk berbuat lebih baik untuk diri sendiri ataupun orang lain😀. jangan samapai kayak saya, karena lebih mengutamakan Proyek malah dulu kuliah putus ditengah jalan :))
    salam

  3. Goyang 21 April 2010 / 14:00

    universitas dan negara dalam hal ini juga ikut bertanggungjawab ya kang🙂 terkadang fasilitas, normalisasi kampus, kurikulum membuat teman2 mahasiswa harus pintar2 mencari keluar.. sayangnya ada juga yang harus kuliah sambil kerja, sambil gaul :)) dll.. jadi ada keterbatasan dalam mencari keluar😀

  4. kangtatang 21 April 2010 / 15:14

    Goyang :

    universitas dan negara dalam hal ini juga ikut bertanggungjawab ya kang :) terkadang fasilitas, normalisasi kampus, kurikulum membuat teman2 mahasiswa harus pintar2 mencari keluar.. sayangnya ada juga yang harus kuliah sambil kerja, sambil gaul :) ) dll.. jadi ada keterbatasan dalam mencari keluar :D

    Betul sekali, perlu pembenahan yang lebih jauh…. soalnya kalo dibiarkan terlalu mandiri, si mahasiswa malah bingung… paling hanya 10% maksimal yg bisa selamat dari jenis pendidikan di negeri ini.. sisanya? pasti cuma formalitas atau plagiat. kalau mau kayak di jepang [kata pak Romi] mahasiswa diwajibkan menggunakan 1 jenis bahasa pemrograman selama 5 semester… sehingga bisa dipastikan menguasainya, kalau kurikulum kita bisa 1 semester 1 jenis bahasa pemrograman😀 jadi jangan sampai pelajar/mahasiswa kursus tambahan untuk mengusai satu bidang ilmu yang sepatutnya bisa dikuasai dengan hanya belajar di sekolah atau perguruan tinggi tempat dia belajar🙂

  5. gadgetboi 23 April 2010 / 05:58

    Ibarat seniman, jurusan IT itu… Harus “dari hati” belajarnya, kalau engga nanti ujung2nya kopas dari sources.google.com😆 …

  6. [[bondiebluesy]] 25 April 2010 / 15:59

    oho aha..sip

  7. kangtatang 26 April 2010 / 04:53

    gadgetboi :

    Ibarat seniman, jurusan IT itu… Harus “dari hati” belajarnya, kalau engga nanti ujung2nya kopas dari sources.google.com :lol:

    betul sekali😀

  8. kangtatang 26 April 2010 / 04:54

    [[bondiebluesy]] :

    oho aha..sip

    Terimakasih sahabat atas kunjungannya🙂

  9. Nursohib Filenotfound 1 Februari 2011 / 17:11

    kang sya mau nyepamm buat nambah link dari google, postingan ini gede dimata google nih…

    • kangtatang 1 Februari 2011 / 17:44

      wah beneran nich? saya pasang juga disini ah😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s