Folder Database dalam Aplikasi XAMPP


Apa kabar pembaca, semoga semuanya selalu berada dalam lindungan-NYA, amien.
Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan sebuah pertanyaan dari sahabat yang bertanya kepada saya tentang lokasi/letak folder database pada Aplikasi XAMPP/
Mungkin pertanyaan ini terlihat sederhana bagi anda yang sudah terbiasa dengan aplikasi ini, tapi percayalah bagi sebagiab pengguna awam (termasuk saya, he…he….) mungkin akan kesulitan untuk mencarinya, terutama jika harus berurusan dengan sript PHP yang menghasuskan install Database manual, atau copas database.
Baiklah, bagi anda pengguna Xampp versi Windows, akan dengan mudah menemukan letak folder database ini di folder “/mySql/data” sedangkan bagi pengguna Wampp akan menemukannya pada folder “bin/mySql/mysql_versi/data.
Nah dalam Lampp/Xampp versi Linux (kali ini saya memberikan contoh dengan menggunakan Lampp yang diinstall pada PC/OS Opendesktop 2008) folder database terletak pada folder “/opt/lampp/var/mysql” dan percayalah untuk mengakses database dalam folder ini dibutuhkan akses root, jika anda log in bukan sebagai super user, maka anda harus merubah akses folder ini agar bisa read, write dan execute dengan perintah $sudo chmod –R 777 /opt/lampp/var/mysql/nama_database.
Semoga tulisan kecil ini bisa bermanfaat dan membantu sahabat semua, terutama bagi sahabat yang sedang belajar Web developing.
Salam
Apa kabar pembaca, semoga semuanya selalu berada dalam lindungan-NYA, amien.
Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan sebuah pertanyaan dari sahabat yang bertanya kepada saya tentang lokasi/letak folder “database’ pada Aplikasi XAMPP di Linux.
Mungkin pertanyaan ini terlihat sederhana bagi anda yang sudah terbiasa dengan aplikasi ini, tapi percayalah bagi sebagiab pengguna awam (termasuk saya, he…he….) mungkin akan kesulitan untuk mencarinya, terutama jika harus berurusan dengan sript PHP yang menghasuskan install Database manual, atau copas database.
Baiklah, bagi anda pengguna Xampp versi Windows, akan dengan mudah menemukan letak folder database ini di folder “/mySql/data” sedangkan bagi pengguna Wampp akan menemukannya pada folder “bin/mySql/mysql_versi/data.
Nah dalam Lampp/Xampp versi Linux (kali ini saya memberikan contoh dengan menggunakan Lampp yang diinstall pada PC/OS Opendesktop 2008) folder database terletak pada folder “/opt/lampp/var/mysql” dan percayalah untuk mengakses database dalam folder ini dibutuhkan akses root, jika anda log in bukan sebagai super user, maka anda harus merubah akses folder ini agar bisa read, write dan execute dengan perintah $sudo chmod –R 777 /opt/lampp/var/mysql/nama_database.
var
Semoga tulisan kecil ini bisa bermanfaat dan membantu sahabat semua, terutama bagi sahabat yang sedang belajar Web developing.
Salam

28 thoughts on “Folder Database dalam Aplikasi XAMPP

  1. rangga aditya 10 Juni 2009 / 05:41

    sumpah kang, saya engga ngerti, hehehe. biasa kesini cuman untuk setor muka,🙂 . oiya kang, mumpung membahas tentang web. saya mau tanya gimanasih cara masukin iklan-iklan kaablogger karawang, yahoo messenger sama my blog worth itu gimana ya? bantuin saya donk kang. via email juga engga apa-apa.

  2. rangga aditya 11 Juni 2009 / 09:42

    huhuhu …😦 kang saya dengan sangat sukses gagal memasukan skript2 yang akang kasih. gimana ya nih wordpress, pas ke widgetnya kok engga ada opsi untuk masukin script, malahan cuman disuguhin widget yang udah jadi, jadi tinggal drag and drop ke sidebar. bisakah kang tatang mengexplain kan lebih jelas lagi. terus dapat skript yahoo messenger itu gimana kang? maaf nanya melulu, soalnya saya memang sangat bodoh dalam hal ini. oiya kang, saya baru aja masukin link kang tatang. akhirnya setelah selama ini menggunakan wordpress baru bisa, hahaha. tau akan meningkatkan traffic kang tatang apa engga, saya engga tau (kayaknya egak deh hehehe, orang yang liat blog saya ya saya sama temen2 saya aja, hiihihi🙂 )

    • kangtatang 12 Juni 2009 / 14:58

      @Rangga, hem sabar…. tinggal geser aja widget teks ke side bar kita (kiri ke kanan ) trus nanti setelah bergeser klik widget tsb dan masukan kode/script kita. selesai dech🙂
      Trims buat linknya…. :))

  3. gadgetboi 11 Juni 2009 / 09:51

    hehehe :p… udah kang … udah bisa … tapi sedih banget dah … blog sayah belom ada harganya hahahaha. 0 dollar. wakakak

  4. Kangdarma 12 Juni 2009 / 03:35

    numpang lewat ah… Kang…. support utk Humas Bloger Krw yg sdg bingung menentukan lokasi Kopdar…. semangat Kang …😉

    • kangtatang 12 Juni 2009 / 14:51

      Makasih Om🙂

  5. Rangga aditya 25 Juni 2009 / 14:30

    Kang,
    punten mau nanya. Ini blog saya kalo mau komen kok enga kaya akang ya? Harus sign in sebagai wordpress. Enga ky akang yg cuman harus isi nama, email, ulr, sama komen. Gmana tuh kang? Saya binggung. punten kang.

    • kangtatang 25 Juni 2009 / 14:58

      Log In, terus di side bar kiri paling bawah klik pilhan Diskusi (Discusion), pada bagian “pengaturan komentar lainnya, hilangkan tanda centang pada “pengguna harus terdaftar dan log in untuk berkomentar🙂

  6. Rangga Aditya 28 Juni 2009 / 15:27

    Trims berat kang, sudah bisa! kang tatang sama oom google teman setia saya, hehe :p

    • kangtatang 29 Juni 2009 / 04:57

      @Rangga, Sama-sama :))

  7. Eli Mulyati 4 Agustus 2009 / 07:29

    Kang masih single pa dh nikah?

    • kangtatang 4 Agustus 2009 / 17:48

      Sudah🙂

  8. kangtatang 15 Februari 2010 / 14:12

    Irfan :

    Kang, kalau kita pengen pake folder mysql yg di xampp (windows) dipakai di Lampp gimana ya?saya udah cobain di http://www.apachefriends.org/f/viewtopic.php?f=17&t=33649 tapi ngga bisa. gimana ya? :)

    Hem… tampaknya ada conflict [perbedaan struktur aplikasi].. kalau hanya memelukan databasenya saja, coba copy saja file database-nya lalu copykan ke folder database di Lampp. soalnya saya pernah coba dan berhasi jadi tidak perlu dump database di PHPMyAdmin.

  9. Irfan 15 Februari 2010 / 17:32

    Saya juga pernah nyobain ky gitu, tapi maksud saya disini jadi ntar kalau kita oprek-oprek aplikasi web kita di linux atau windows ngga perlu pindah-pindah (Sinkronisasi) databasenya.🙂 jadi tinggal pake.hehe..

  10. kangtatang 15 Februari 2010 / 17:55

    Irfan :

    Saya juga pernah nyobain ky gitu, tapi maksud saya disini jadi ntar kalau kita oprek-oprek aplikasi web kita di linux atau windows ngga perlu pindah-pindah (Sinkronisasi) databasenya. :) jadi tinggal pake.hehe..

    wew… hi.. hi… Hem.. gitu ya… apakah dalam satu computer atau terpisah (Xampp & Windows dan Lampp&Linux) kalo terpasang di beda machine bisa coba pake Viusal SVN server & Tortoise SVN atau pakai yang Online & free di http://www.indefero.net/. jadi, kita bisa developing menggunakan xampp dan ketika mau merubah, modifikasi atasu sekedar update di Lampp bisa dilakukan dengan mudah tanpa harus ribet copy paste.😀

  11. Irfan 16 Februari 2010 / 12:37

    Ohh.. yg itu mah kaya software buat kolaborasi dan nge manage project ya kang?nice info lah..🙂
    Btw, ini case nya dalam satu machine. Jadi intinya gimana caranya si mysql yg di LAMPP, datanya nge refer ke folder mysql/data miliknya XAMPP. heheu.

  12. kangtatang 16 Februari 2010 / 16:51

    Irfan :

    Ohh.. yg itu mah kaya software buat kolaborasi dan nge manage project ya kang?nice info lah.. :)
    Btw, ini case nya dalam satu machine. Jadi intinya gimana caranya si mysql yg di LAMPP, datanya nge refer ke folder mysql/data miliknya XAMPP. heheu.

    Yup betul😀
    hem… Casenya lumayan berat nich [soalnya lom pernah ngalamin] He… he….
    susah bikin connectionnya😀

  13. ROFIQ 4 Juni 2010 / 00:16

    Terumakasih . jadi makin semangat belajar linux…Saya tunggu totorial2 linux lain mas

  14. ROFIQ 4 Juni 2010 / 00:52

    Maaf, say coba akses database tapi ada peringatan : invalid mode: `–R’
    Tolong bantuannya [misticuinmalang@gmail.com]

    • kangtatang 4 Juni 2010 / 05:46

      coba ganti perintahnya menjadi :
      $sudo chmod -R 775 /opt/lampp/var/mysql/nama_database

  15. sofwan 3 Juli 2011 / 16:27

    Terima kasih atas info nya. Useful.

    • kangtatang 6 Juli 2011 / 04:18

      Sama-sama, senang bisa membantu🙂

  16. lukmana 6 Desember 2011 / 05:04

    kalo nyimpen folder projek php nya nanti dmana?
    nanti biar bs dipanggil di browser localhost!
    makasih

    • kangtatang 6 Desember 2011 / 06:11

      Untuk menyimpan file Aplikasi/project PHP, langsung disimpan saja dalam folder /htdoc
      urutannya /opt/xampp/htdoc

  17. Tobri Ariansyah 18 Februari 2013 / 02:38

    terimaksih atas info nya,
    info nya sangat bermanfaat,
    jangan lupa kunjungi alamat kami hhtp://www.unsri.ac.id

  18. multimuslim 1 September 2013 / 03:45

    kang, saumpa folder databasenya ane udah back up, trus xamppnya ane update, trus back up-an folder tadi ane balikin ke xampp yang baru, itu nanti datanya bisa ke detect gag ya di phpmyadminya???

    mkasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s