LINUX UNTUK NEGERIKU


Aku untuk negeriku, apa yang telah aku lakukan untuk negeri ini? Apa yang ingin aku lakukan untuk negeriku? pertanyaan sederhana yang sangat Ironis yang perlu dianalisa dan difahami oleh setiap orang yang mengaku sebagai anak negeri ini.

lomba blog bugiakso

Pembaca, kira-kira apa jawaban anda ketika mendapat pertanyaan seperti diatas? Apakah anda telah berbuat sesuatu untuk negeri ini? Dalam hal apa? Terus terang bagi saya, belum ada satupun kontribusi dari diri saya untuk negeri ini, merasa malu? Jelas. Kenapa saya tidak bisa memberikan sebuah kontribusi yang bisa membuat negeri ini lebih baik? Terlalu banyak alasan yang secara teknis masuk kategosri klise, diantaranya kemampuan secara ekonomis, prestasi dan intelektualitas. Saya tidak memiliki satupun dari kriteria diatas.

Lalu apa hubungan kriteria-kriteria diatas dengan tema membangun negeri ini? Sederhana sekali, jika saya memiliki kemapanan dalam hal ekonomi, saya bisa membantu banyak saudara sesama anak negeri yang kurang memiliki kemapuan ekonomi tetapi memiliki prestasi dan intelktualitas yang tinggi dan berharap ketika mereka nanti menjadi orang yang sukses, secara berantai mereka bisa mengikuti langkah yang sama untuk membantu saudara-saudara lainnya sehingga bisa meminimalisir kesenjangan sosial.

Kedua, jika saya seseorang yang memiliki prestasi tinggi, maka saya bisa berkontribusi untuk negeri ini dengan prestasi yang saya miliki. misal seorang atlet, dengan prestasi dan kemampuan yang dia miliki, dia bisa mengharumkan nama negeri kita dimata negeri yang lain.

Terakhir, nilai Intelektualitas. Jika saya seorang dengan kemampuan intelktual yang tinggi saya akan memikirkan dan membuat sebuah solusi untuk kemajuan negeri ini, tergantung bidang yang saya kuasai, bisa ekonomi, sains atau teknologi. Bukan hanya menjadi seorang pengamat dan mengantungi gelar ahli saja tanpa ada aksi, sia-sia berbicara ilmu di lembaga pendidikan tanpa ada kontribusi kepada lingkungan nyata di masyarakat.

Berhubung, ketiga kriteria diatas tidak satupun yang saya miliki maka angan-angan dan harapan saya untuk membangun negeri ini hanyalah dengan membuat sebuah community service dalam bentuk sebuah blog yang mengedepankan isyu penggunaan perangkat lunak yang bebas dan terbuka serta Halal.

Kenapa harus Free/Opensource? Secara Ekonomis perangkat Lunak ini akan mengurangi beban biaya financial yang bisa disimpan dan mengurangi keluarnya Devisa Negara. Pengembang Perangkat Lunak Propietary adalah kaum kapitalis dari luar negeri yang hanya mencari keuntungan ekonomis dan menyedot devisa Negara kita.

Selain itu dengan menggunakan perangkat lunak Opensource akan membentuk kita menjadi anak negeri yang mandiri, berprestasi dan memiliki nilai Intelektualitas yang tinggi. Bagaimana bisa? karena perangkat Lunak Opensource memberikan kebebasan untuk dipelajari, dirubah, dan dimodifikasi sesuai dengan keinginan dan keperluan kita. Dengan melakukan ini maka kita sama dengan melakukan kegiatan belajar yang akan meningkatkan nilai Intelektualitas kita.

Lepas dari itu semua, saya yakin tidak semua orang setuju untuk menggunakan perangkat lunak Opensource meskipun secara financial penggunaan perangkat lunak Opensource lebih ekonomis.

diharapkan dari satu atau dua orang generasi anak negeri ini yang sependapat, bisa melahirkan generasi lainnya secara berkesinambungan yang bisa membangun negeri ini tanpa harus bergantung terhadap produk (perangkat Lunak) yang memilki kualitas yang sama dengan produk Opensource tetapi dengan harga yang selangit, jika kita bisa mendapatkannya secara bebas atau membuatnya sendiri kenapa harus membeli? Sudah banyak anak negeri yang telah melahirkan karya-karya perangkat lunak opensource yang diakui oleh dunia.

Kita telah memiliki SDM, tugas kita adalah untuk membimbing, mengarahkan dan memfasilitasi anak negeri kita untuk berkarya.

Pada akhirnya tulisan ini hanyalah sebuah harapan dan angan-angan penulis dalam berkontribusi untuk negeri ini, semoga dari buah pikirain ini bisa lahir konsep lain yang lebih baik dan bisa membangun negeri ini kearah yang lebih baik secara nyata, amien.

Karena Linux itu murah, indah dan Halal.

4 thoughts on “LINUX UNTUK NEGERIKU

  1. mas8nur 3 Februari 2009 / 18:04

    Saya percaya kang Tatang punya intelektualitas tinggi buktinya concern pada masalah linux di blognya. Saya sebenarnya appreciate dengan linux dan berharap bisa cepat berkembang di Indonesia. Pernah saya baca bukunya teman waktu masih S1 dulu dan belum menguasai sih, cuma sekarang setelah kerja di pemerintahan seolah itu semua belum ada gunanya. Ya karena pemerintah sendiri masih asyik dengan OS dan sofware mahal yang bukan dibeli tapi mungkin 80% malah bajakan. Dan semua aktifitas administrasi/ teknis pelaporan semua menggunakan sofware tersebut. Jadi sebenarnya sekarang yang mengganjal adalah masalah kompatibilitas linux dan kemauan kita untuk mau bersusah payah dari awal belajar lalu merubah mindset kita (cukup berat untuk generasi tua). Menurut saya mungkin harus ada pemutusan generasi pemakai OS mahal+bajakan. Dimana generasi tersebut dari awal dikenalkan, dan difasilitasi dengan linux dan itu harus ada campur tangan (kepedulian) pemerintah. Tanpa itu kita tetap akan merasa ada ganjalan perasaan (kok kita jadi korban simalakama: beli mahal atau curi bajakan) Salam kenal Kang. Sorry, kalau kepanjangan dan kelebaran komentarnya.

    • kangtatang 4 Februari 2009 / 01:36

      Salam

      Terimakasih untuk Mas8nur telah meluangkan waktunya berkomentar di blog saya, benar sekali bahwa 80% pengguna komputer Indonesia masih menggunakan software Bajakan dan 20 % pengguna software yang legal adalah pihak corporate atau lembaga-lembaga yang memiliki basic finansial yang tinggi.

      Selama ini alasan utama kenapa Linux kurang begitu dimininati oleh pengguna Umum karena kompatibilitas dan cara penggunaannya (Yang dulu katanya sulit bagi pemula). sekarang masalah ini sudah terpecahkan, Distro Linux Modern sudah sangat kompatible dengan segala jenis Hardware yang ada di pasaran. dan memiliki user Interface yang mudah untuk digunakan mulai dari Instalasi sampai dengan penggunaannya.

      Bagi seorang gamer, Linux memberikan solusi untuk memainkan Game-game berplatform Windows di OS Linux, bisa menggunakan Cedega dari Transgamming, Crossover atau Wine. Hanya saja pastikan kita menggunakan Gamenya juga yang orisinal jangan bajakan 🙂

      Akhir kata, kita memang membutuhkan banyak dukungan dari segenap pihak agar Linux bisa memasyarakat, Pemerintah telah mencanangkan program IGOS (Indonesia Go Opensource) dengan OS Linux Dwi Warna, hanya saja dukungan dari bidang lain belum begitu kentara. Semoga Negeri ini bisa menjadi negeri yang lebih baik tanpa harus menggunakan Software bajakan atau software Propietary yang menguras devisa negara.
      Salam

  2. bocahbancar 4 Februari 2009 / 19:00

    Wah Linux..

    Sudah lumayan beberapa tahun yang lalu saya dengar..

    Namun, melihat programnya satu saja sampai sekarang saya belum pernah sama sekali..

    Linux yang kurang membumi atau saya yang katrok yaw…/????

    Salam…

    • kangtatang 5 Februari 2009 / 00:32

      Salam,
      Memang, pada saat ini Linux lebih dekat kepada golongan pelajar dan mahasiswa. Untuk kelas enteurpreneur masih bidang IT saja yang sudah menggunakan Linux.
      Masih banyak yang harus dilakukan untuk membuat Linux memasyarakat.
      Perlu dukungan dari semua pihak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s