HUBUNGAN ANTARA OBAT GENERIK DENGAN LISENSI PERANGKAT LUNAK


Obat Generik adalah sebutan bagi jenis obat yang telah melewati masa paten, yaitu masa penjualan yang disesuaikan dengan biaya riset, produksi dan administrasi hak paten. Rentang waktu yang diberikan adalah 20 tahun, dalam masa ini obat generik disebut sebagai obat Paten. setelah masa paten terlewati, maka obat paten tersebut masuk kepada kategori obat generik yang harus dijual tanpa memperhitungkan biaya riset awal dan administrasi hak paten, sehingga hanya dijual berdasarkan biaya produksi saja. hal ini yang membuat obat generik memiliki harga yang murah dan terpaut jauh dengan jenis obat paten. padahal kandungan dalam obat ini sama dengan obat paten.

Lalu apa hubungannya dengan Lisensi perangkat lunak? saya hanya berandai-andai, seandainya sistem ini diterapkan terhadap Lisensi penggunaan perangkat lunak Propietary. Masyarakat kelas menengah kebawah pastinya akan mampu menikmati penggunaan perangkat lunak propietary yang orisinal dan pastinya budaya mempergunakan perangkat lunak bajakan akan bisa dihindari. Semisal, Microsoft Windows dengan Produknya Windows XP Pro setelah rentang beberapa tahun menjualnya dan mendapatkan keuntungan yang cukup, seyogyanya ia menjual produknya itu (windows XP pro) dengan harga yang sangat murah yang terjangkau oleh kalangan kelas bawah, syukur-syukur bisa menjadikannya freeware.

Dikarenakan rentang waktu perkembangan teknologi Informasi yang sangat cepat, maka saya rasa masa paten-nya tersebut harus lebih singkat dibandingkan dengan masa paten obat generik seperti yang saya jelaskan diatas, misalkan maksimal 5 tahun dibandingkan 20 tahun masa paten obat generik. karena dalam dunia TI perkembangan terjadi setiap saat dan dalam waktu yang cepat, lihat saja perkembangan Hardware komputer atau Hand Phone rata-rata muncul produk baru dalam periode paling lama 3 bulan.

Tetapi tampaknya sistematika diatas akan sukar diterapkan selain karena alasan ketidakmungkinan dari pihak pengembang Perangkat lunak tersebut, tetapi lebih kepada masa kadaluarsa perangkat lunak itu sendiri, perkembangan TI yang cepat, membuat Pengembang perangkat keras dan perangkat lunak saling beradu cepat untuk mengembangkan produk baru dan membuat kompatibilitas perangkat lama menjadi terabaikan dan menjadi tidak berguna. Contoh kasus, apakah anda akan menggunakan Perangkat lunak Windows 95 untuk dipergunakan pada saat sekarang pada komputer anda jika Windows memberikan lisensi pengunaannya secara cuma-cuma kepada anda? saya rasa anda malah akan menolaknya mentah-mentah, kecuali jika anda tipe pengguna pasif yang hanya menggunakan komputer untuk keperluan mengetik saja atau karena anda hanya memiliki komputer yang spesifikasinya hanya mendukung OS Windows 95 tersebut saja. saya yakin anda akan kesulitan ketika mengupgrade komputer anda dengan perangkat keras yang baru, atau bermaksud untuk menginstall program-program mutakhir.

Untungnya pembaca, masih ada sekelompok orang yang dengan gigih dan penuh dedikasi mengabdi kepada ilmu pengetahuan dan membuat perangkat lunak terbuka yang bebas untuk didapatkan, dipergunakan, diperbanyak atau dimodifikasi oleh setiap orang. beruntung sekali orang semacam saya yang memiliki keterbatasan finansial yang tidak mungkin untuk membeli lisensi penggunaan perangkat lunak Propietary memiliki kesempatan untuk menggunakan perangkat lunak yang mutakhir yang sama bahkan lebih hebat dibandingkan perangkat lunak propietary dan masih kompatibel untuk dipergunakan pada komputer lama milik saya.

Tidak perlu Perangkat lunak Generik, kita bisa menggunakan perangkat lunak paten dengan hak paten Free/Opensource. Tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk selalu mengupgrade perangkat keras sesuai tuntutan perangkat lunak, cukup pilih salah satu dari sekian banyak perangkat lunak yang kompatibel dengan komputer kita. Sebuah pilihan pintar untuk menjadi individu yang menghargai hak kekayaan intelektual orang lain dan berlaku jujur serta legal.

Terimakasih kepada semua pihak yang telah membuat OS GNU/Linux ada dan tersedia bagi semua orang. Karena seyogyanya ilmu pengetahuan (TI) harus bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s