Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin

9 Komentar

Rilis Terbaru Ubuntu 2012

Pada tanggal 26 April 2012, canonical sebagai pengembang Distro Ubuntu merilis versi terbaru Ubuntu 12.04 LTS dengan kode nama Precise Pangolin. Dalam rilis terakhir ini, ubuntu masih menggunakan unity sebagai default desktop managernya.

Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin

Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin

Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin

Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin

beberapa fitur terbarunya antara lain adalah dengan adanya Head-Up Display menu system serta beberapa aplikasi rilis terbaru. Bagi pengguna ubuntu disarankan untuk upgrade ke versi ini dikarenakan versi ini adalah versi Long Term Service yang mendapatkan update support yang cukup lama. berbeda dengan versi standar yang hanya disupport dalam 1 tahun saja.

Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin

Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin

Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin

Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin

Sebagai slah stu Distro mainstream, ubuntu hadir dengan ciri khasnya yang mampu memfasilitasi kebutuhan penggunanya bahkan memanjakannya. Anda tak akan terlalu kerepotan dalam mengkonfigurasi hardware anda dikarenakan ubuntu telah mampu hampir mengotomasi semua itu. Dari sisi Aplikasi, Ubuntu juga menghadirkan banyak aplikasi siap install untuk memenuhi kebutuhan anda.

Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin

Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin

Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin

Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin

Ketika anda membutuhkan kecepatan, stabilitas dan ketangguhan, anda bisa menggunakan ubuntu untuk memenuhinya.

Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin

Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin

Ubuntu 12.04 LTS Precise Pangolin saya uji coba di laptop saya dengan spesifikasi :
Acer 4810 T
Pentium core 2 Solo 1.4 Ghz
Memory 2 Ghz

diuji secara live CD. Untuk Download File ISO Ubuntu 12.04 LTS bisa langsung menuju halaman download resminya di : http://www.ubuntu.com/download

salam

Kang Tatang

Belajar Panada PHP Framework Bagian 1

7 Komentar

Apa kabar sahabat semua? selamat tahun baru 2012 – tidak terasa sudah lebih dari dua tahun saya mengenal Linux dan telah banyak suka duka dalam menggunakannya sampai akhirnya bertahan dengan menggunakan Distro Ubuntu.

Cukup lama juga, hampir sepanjang tahun 2011 saya sudah jarang posting tentang Review Distro Linux, karena pada dasarnya semuanya sama saja. Perbedaan mendasar mungkin didasarkan pada rentang rilis distro, paket manajer dan desktop menager serta update software.

Baiklah kembali kepada topik, kali ini saya akan berbagi pengetahuan tentang membuat aplikasi web menggunakan Panada PHP framework yang merupakan hasil karya anak negeri yaitu Iskandar Soesman (kandar.info). untuk pengetahuan dasar PHP, sahabat bisa mengunjungi web w3shools.com atau download ebook Php Mysql versi Indo di achmatim.net. dan untuk Panada PHP Framework, sahabat bisa download di panadaframework.com.

persiapan perlengkapan yang dibutuhkan :

  1. Panada framework
  2. Netbeans IDE atau editor seperti gedit, geany, notepad++ (windows), komodo editor (windows), codelobster php edition.
  3. Local webserver, untuk windows bisa menggunakan WAMP, XAMPP, APPserv, easyPHP dll.

oke, saya asumsikan sahabat sudah faham menggunakan semua perlengkapan diatas, silahkan install panada framework di localhost anda, berikan nama foldernya sesuai keinginan anda – saya akan memberikan nama belajar_panada untuk tutorial ini, untuk pemahaman dasar silahkan baca dokumentasi yang disertakan dalam folder instalasi Panada.

Instalasi Panada

Hasil Instalasi Panada

setelah berhasil melakukan instalasi saatnya buka Netbeans IDE, kemudian buat project baru dengan pilihan PHP Application with existing sources. Kemudian pilih folder instalasi panada yang kita buat sebelumnya. Lagi

Menurunnya Popularitas Ubuntu

16 Komentar

Tidak terasa sudah 1 Tahun lebih OS Ubuntu 10.04 LTS ada dilaptop saya yang sebelumnya menggunakan Ubuntu Versi 9.04. selama ini tidak ada permasalahan seputar Stabilitas dan atau kerusakan File/System oleh Malware Program atau Virus.

Pilihan menggunakan Ubuntu pada awalnya adalah untuk kemudahan penggunaan serta kemudahan untuk mengkampanyekan Open Source OS itu sendiri, soalnya pasti akan terasa sulit bagi pemula jika langsung diperkenalkan kepada OS Linux dengan level Advance seperti Slackware.

Alasan Lain adalah karena kemampuan Ubuntu dalam mendeteksi Peripheral lain seperti Modem USB yang sedikit lebih bagus dibandingkan OS Linux yang lain, dalam beberapa kasus OS Ubuntu juga lebih mudah mendeteksi Perangkat Grafis semisal VGA Card pada komputer kita dibandingkan OS Linux yang lain dan kemudahan ini yang membuat Popularitas Ubuntu cukup tinggi dan banyak dipergunakan oleh banyak orang.

Popularitas Ubuntu

Popularitas Ubuntu

Sayang sekali saat ini semenjak Versi 11.04, Ubuntu menggunakan Unity sebagai Desktop managernya menggantikan Gnome 2, hal ini mulai menimbulkan banyak masalah dan bagi para pengguna Veteran, Unity sedikit merepotkan dan kurang begitu Friendly dalam menggunakannya berbeda dengan GNOME atau KDE. Bagi yang memiliki kemampuan untuk mensetting sendiri biasanya akan mengganti Unity dengan Gnome 2.

Unity Desktop Manager memang lebih ditujukan untuk perangkat Touchscreen seperti Tablet atau Gadget lainnya. sehingga bagi pengguna Desktop atau Laptop kurang begitu menyukainya meskipun secara tampilan tampak Indah.

Beberapa alasan diatas membuat Peringkat Popularitas Ubuntu sekarang menurun dan Posisinya tergantikan oleh OS Linux Mint yang merupakan Distro hasil pengembangan dari Ubuntu. Hal ini bisa kita lihat di Distrowatch.com.

Saya sendiri ketika mencoba menggunakan Ubuntu Versi 11.04 dan 11.10 mengalami masalah, selain berhubungan dengan Unity juga dengan kemampuan Hardware yang terasa cukup berat untuk menjalankan Ubuntu Versi terbaru.

Memang Ubuntu versi terakhir sewaktu dicoba ternyata membutuhkan Resource Hardware yang cukup besar sehingga untuk Komputer lama akan terasa berat menjalankannya. Pilihan pengguna dengan komputer lama biasanya akan jatuh kepada versi ringannya yaitu Xubuntu atau Lubuntu.

Untuk Linux Mint sendiri, ketika dicoba menggunakan Versi 11 (Turunan Ubuntu 11.04)  masih oke dan cukup bersahabat ketika digunakan pada laptop saya, berbeda dengan Versi terakhir yaitu Linux Mint 12 yang merupakan turunan dari Ubuntu 11.10 tidak bisa dijalankan di Laptop dan hanya bisa berjalan di PC Desktop saya yang memiliki resource hardware Prosesor lebih bagus.

Akhir kata semua dikembalikan kepada pilihan masing-masing,  apapun Distro Linuxnya Kernelnya tetap Linux :)

Troubleshooting Wireless di Ubuntu

1 Komentar

Wireless troubleshooting

Langkah pertama adalah cek jika perangkat wireless anda menyala (ON), beberapa perangkat memiliki fungsi yang bisa disetting ON atau OFF menggunakan tombol. JIka anda menggunakan Dual Booting dan mensetting OFF perangkat wireless anda, silahkan setting ON lagi pada windows.

Langkah kedua adalah cek apakah perangkat dikenali oleh OS Ubuntu, buka terminal dan ketikan perintah : sudo lshw -C network

Silahkan cek hasilnya : ”CLAIMED, UNCLAIMED, ENABLED or DISABLED”

  • Claimed artinya Driver diload tapi tidak berfungsi.
  • Unclaimed artinya tidak ada driver yang diload.
  • Enabled artinya Driver di load.
  • Disabled artinya perangkat OFF atau tidak dikenal.

Langkah ketiga, Install atau pergunakan aplikasi NDISWrapper untuk menginstall Driver perangkat wireless anda menggunakan driver Windows. Jangan lupa untuk menginstall  paket ndisgtk. Silahkan buka ndisgtk (System → Administration → Windows Wireless Drivers). Pilih Install new driver, Arahkan kelokasi file Windows .inf dan klik Install.

Langkah keempat, Check koneksi router : buka Terminal (Applications → Accessories → Terminal) dan ketikan perintah : iwconfig. Jika ESSID untuk router anda tampak, ada kemungkinan bermasalah pada ACPI support. coba Boot kernel dengan OPSI pci=noacpi.

Langkah kelima, Check IP assignment Buka Terminal (Applications → Accessories → Terminal) dan ketikan perintah : ifconfig.  di TErminal kemudian ketikan perintah : sudo dhclient if_name dimana if_name adalah koneksi yang tampak sebelumnya , lalu reboot system.

Langkah keenam, Check DNS Buka terminal (Applications → Accessories → Terminal) dan ketikan perintah : ping -c3 85.190.27.2. lalu ketikan perintah : ping www.ubuntu.com. Lalu ketikan perintah : cat /etc/resolv.conf. JIka tidak ada nameserver terdaftar hubungi pihak ISP anda dan temukan Primary dan Secondary Domain Name server anda.

Langkah ketujuh, IPv6 Not Supported

IPv6 secara default disupport oleh Ubuntu dan terkadang sering bermasalah. Untuk mendisablenya Buka Terminal (Applications → Accessories → Terminal) dan ketikan perintah: gksudo gedit /etc/modprobe.d/aliases. Temukan baris alias net-pf-10 ipv6 dan rubah menjadi alias net-pf-10 off. kemudian Reboot Ubuntu.

Semoga Bermanfaat

Disadur dari : help.ubuntu.com

Linux Mint 12 – Kode Name LISA

10 Komentar

Rilis Baru Linux Mint 12

Linux Mint 12 hadir dengan tampilan desktop baru, dibangun dengan menggunakan Gnome3 dan MGSE. ”MGSE” (Mint Gnome Shell Extensions) adalah tampilan layer desktop pada Gnome 3 yang memungkinkan Anda untuk menggunakan Gnome 3 dalam cara tradisional. Anda dapat menonaktifkan semua komponen dalam MGSE untuk mendapatkan tampilan Gnome 3 , atau Andadapat mengaktifkan semua fiturnya  untuk mendapatkan tampilan Desktop Gnome 3 yang mirip dengan tampilan yang biasa anda gunakan. Anda bebas menentukan tampilan Desktop sesuai selera anda.

Fitur utama dalam MGSE adalah:

  • Panel bawah
  • Menu aplikasi
  • The window list
  • A task-centric desktop
  • Visible system tray icons
MGSE juga mencakup ekstensi tambahan seperti indikator media player, dan berbagai penambahan serta peningkatan untuk Gnome 3.
Linux Mint 12

Linux Mint 12

Linux Mint 12 desktop merupakan campuran dari tampilan dekstop Linux Mint lama dan baru. Ini lebih menyerupai tampilan desktop baru tapi dengan komponen lama. Teknologi baru dari Gnome3 dengan komponen yang dikontribusikan oleh MGSE membuat pengguna merasa nyaman menggunakannya.  Lagi

Entri Lama